Kata BP AKR Ketika Bahlil Instruksikan Beli BBM di Pertamina
Tidak hanya Shell yang mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Namun kondisi serupa turut dihadapi oleh BP AKR.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik swasta itu juga tidak memiliki stok untuk produk BP 92 maupun Ultimate.
Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa pekan. Sehingga para pengendara mobil dan motor kesulitan mendapatkan BBM BP AKR.
Sementara guna menangani kasus yang sedang terjadi, BP AKR diinstruksikan buat membeli BBM ke Pertamina oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM).

BP AKR pun buka suara mengenai saran yang diberikan. Mereka menyampaikan ada kompleksitas kondisi BP ketika harus membeli BBM dari Pertamina.
“Pada intinya yang kami cari adalah solusi yang win-win untuk semua. Paling penting adalah win-win untuk masyarakat,” ungkap Vanda Laura, Direktur Utama BP AKR di Antara, Kamis (11/09).
Vanda menyampaikan kalau masing-masing badan usaha seperti BP AKR, Shell sampai Pertamina memiliki zat tambahan (aditif) berbeda.
Sehingga menyebabkan adanya perbedaan spesifikasi dari BBM yang dijual oleh masing-masing SPBU.
Oleh sebab itu Vanda mengungkapkan kalau mereka masih mencari solusi alternatif dari yang ditawarkan oleh Menteri ESDM.
“Itu (beli BBM di Pertamina) kan baru saran. Kami tetap melihat alternatif-alternatifnya,” Vanda melanjutkan.
Lebih jauh Vanda menjelaskan kalau mereka enggan mau gegabah dalam mengambil keputusan. Sehingga tidak merugikan konsumen di Tanah Air.
“Tentu kami juga harus mengevaluasi lebih lanjut dan mengantisipasi apabila ada potensi risiko dan lain sebagainya,” tegas Vanda.
Sekadar mengingatkan beberapa waktu lalu Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM mempersilahkan BP AKR serta Shell untuk membeli BBM di Pertamina.
Bahlil mengungkapkan kalau Kementerian ESDM sudah memberikan kuota impor tambahan buat masing-masing SPBU swasta sebanyak 10 persen, dibandingkan jatah di 2024.
“Jadi sangat tidak benar kalau kami tidak memberikan kuota impor. Tetapi untuk selebihnya silahkan kolaborasi b to b dengan Pertamina,” kata Bahlil seperti diberitakan Katadata sebelumnya.

Pembantu Presiden Prabowo Subianto itu menerangkan, pemerintah tengah memperkuat posisi Pertamina sebagai penopang utama ketersedian BBM domestik.
Hal tersebut dilakukan karena menyangkut dengan implementasi Pasal 33 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
“Hajat hidup orang banyak itu alangkah lebih bagusnya dikuasai oleh negara, tetapi bukan berarti total semuanya dikuasai oleh negara. Saya pikir sudah adil kok, sudah dikasih 110 persen,” Bahlik menutup perkataannya.