Rasa Performa Yamaha Aerox Alpha di Generasi Ketiga

generasi ketiga, Yamaha Aerox Alpha, Desain Sporty, performanya memuaskan, Rasa Performa Yamaha Aerox Alpha di Generasi Ketiga, Performa Mesin , Rasa Berkendara , Racikan Suspensi  , Cakram Belakang, Kesimpulan

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada lini skutik bongsor andalan mereka, Yamaha memperkenalkan Aerox Alpha sebagai generasi ketiga dengan varian Standard, CyberCity, Turbo, dan Turbo Ultimate.

Tampil dengan desain yang lebih agresif dan sporty, Aerox Alpha menyuguhkan lampu LED yang modern, termasuk proyektor untuk lampu utamanya.

Dengan kombinasi ini, Yamaha berharap dapat mempertahankan minat konsumen yang telah menyukai desain sebelumnya, sambil menawarkan peningkatan yang layak.

Performa Mesin 

Aerox Alpha masih dilengkapi mesin 155cc VVA yang menawarkan tenaga maksimum sebesar 15,19 TK di 8.000 RPM dan torsi 14,2 Nm pada putaran yang sama.

Tersedia dua pilihan CVT: satu versi elektronis untuk varian Turbo dan yang lainnya berupa CVT konvensional untuk varian Standard dan CyberCity.

Dalam kesempatan yang diberikan oleh Kompas.com, kami mencoba varian CyberCity selama beberapa hari dan menemukan bahwa spesifikasi varian ini tidak jauh berbeda dengan generasi sebelumnya.

Rasa Berkendara

Mesin 155cc VVA yang dipadukan dengan CVT konvensional menjadikan pengalaman berkendara harian tetap nyaman, baik saat melaju dengan kecepatan rendah maupun saat menyalip kendaraan lain.

Meskipun tidak ada perubahan drastis dalam spesifikasi, performa yang ditawarkan cukup memuaskan.

generasi ketiga, Yamaha Aerox Alpha, Desain Sporty, performanya memuaskan, Rasa Performa Yamaha Aerox Alpha di Generasi Ketiga, Performa Mesin , Rasa Berkendara , Racikan Suspensi  , Cakram Belakang, Kesimpulan

TIga generasi Yamaha Aerox 155

Racikan Suspensi  

Salah satu ubahan paling signifikan terdapat pada racikan kaki-kaki, di mana suspensi depan memiliki diameter as yang lebih besar.

Di bagian belakang, Aerox Alpha dilengkapi dengan shockbreaker ganda berteknologi tabung.

generasi ketiga, Yamaha Aerox Alpha, Desain Sporty, performanya memuaskan, Rasa Performa Yamaha Aerox Alpha di Generasi Ketiga, Performa Mesin , Rasa Berkendara , Racikan Suspensi  , Cakram Belakang, Kesimpulan

Touring dari Sirkuit Mandalika ke Pantai Senggigi pakai Yamaha Aerox Alpha

Bantingan suspensi terasa sporty dan cukup stabil pada kecepatan tinggi saat melakukan manuver menikung.

Namun, kelemahan dari suspensi belakang adalah keras, baik saat berkendara sendiri maupun dengan penumpang.

Cakram Belakang

 Aerox Alpha CyberCity juga mendapatkan pembaruan pada sistem remnya.

Rem belakang kini menggunakan cakram, yang memberikan peningkatan signifikan dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang masih menggunakan rem tromol.

Saat digunakan sehari-hari, kinerja rem yang lebih pakem ini menjadi kelebihan yang patut dicatat.

generasi ketiga, Yamaha Aerox Alpha, Desain Sporty, performanya memuaskan, Rasa Performa Yamaha Aerox Alpha di Generasi Ketiga, Performa Mesin , Rasa Berkendara , Racikan Suspensi  , Cakram Belakang, Kesimpulan

Yamaha Aerox Alpha Cybercity

Kesimpulan

Secara keseluruhan, performa Aerox Alpha CyberCity tetap memadai, terutama pada sektor mesin.

Namun, dengan bantingan suspensi belakang yang cenderung keras, mungkin perlu adaptasi bagi pengguna atau bisa menjadi pertimbangan untuk melakukan penggantian jika diperlukan.

Dengan kombinasi desain, performa, dan sistem pengereman yang ditingkatkan, Aerox Alpha berusaha untuk menjadi pilihan menarik di segmen skutik bongsor.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.