Rieke Diah Pitaloka Beri Sindiran Menohok kepada Pejabat yang Komunikasinya Kerap Tuai Kontroversi

Politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka
Politikus PDIP Rieke Diah Pitaloka

 Kontroversi yang muncul akibat pernyataan para pejabat negara kembali jadi sorotan. Kali ini, anggota DPR Rieke Diah Pitaloka mengingatkan agar para pejabat lebih berhati-hati dalam berkomunikasi dengan rakyat. Menurutnya, banyak kegaduhan terjadi bukan hanya karena kebijakan, melainkan karena cara penyampaian yang kurang tepat.

Dalam perbincangan bersama Rieke  Diah Pitaloka, Denny Sumargo menyampaikan langsung bahwa komunikasi yang tidak berjalan baik seringkali memicu salah paham di masyarakat. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

Rieke Diah Pitaloka.

Rieke Diah Pitaloka.

“Aku melihat permasalahan paling besar dari dampak demonstrasi ini selain yang kita bicarakan tadi dan masih ada hal lain itu adalah faktor komunikasi. komunikasi nya tidak jalan dan jembatan komunikasinya terputus artinya dari pihak DPR sendiri,” kata Denny Sumargo di kanal YouTube-nya, dikutip pada Senin, 8 September 2025. 

Rieke juga menyinggung pernyataan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang sempat viral di media sosial. Dalam ceramahnya, Menag menyebut bahwa tujuan guru itu mulia bukan untuk mencari uang, bahkan ia menambahkan jika ingin mencari uang sebaiknya menjadi pedagang. 

Pernyataan tersebut menimbulkan reaksi keras dari publik. Menanggapi hal ini, Rieke memberi pesan agar para pejabat negara tidak melakukan hal seperti itu lagi dalam berkomunikasi. 

“Jangan lah dek, jangan ya dek jangan gitu,” ucap Rieke. 

Rieke Diah Pitaloka.

Rieke Diah Pitaloka.

Tidak hanya itu, Rieke turut menyoroti pernyataan Menko PMK Pratikno terkait kasus balita berusia 4 tahun di Sukabumi yang meninggal akibat infeksi cacing. Saat ditanya awak media soal kasus tersebut, Pratikno justru menjawab dengan nada bercanda karena merasa mengantuk usai rapat.

Respons tersebut kembali membuat Rieke mengingatkan pentingnya komunikasi yang jelas dan empati terhadap publik. 

“Jangan ya pak, yaampun pak,” ucapnya lagi. 

Dalam percakapan itu, Rieke juga menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik. Ia bahkan meminta Densu, sapaan akrab Denny Sumargo, agar tidak segan menegurnya jika ucapannya keliru.

“Semua lah kita, termasuk kritik saya, Bang Densu udah punya nomor saya WA mba jangan ngomong gini mba lu ngeselin nyebelin lu nggak apa-apa WA kritik. Mungkin dalam kehiruk-pikukan ini kita ngomong apa adanya ada keseleo,” ujar Rieke.

Menanggapi hal tersebut, Densu menyebut banyak pejabat publik yang saat ini kurang beradab dalam menyampaikan ucapan. Padahal, menurutnya, kritik dan pendapat harus disampaikan dengan cara yang lebih bijak.

“Tapi sampaikan dengan cara yang beradab karena aku melihat kritik-kritik itu yang di zaman sekarang ini, kebebasan berpendapat tidak disampaikan dengan cara yang beradab akhirnya apa provokasi,” jelas Densu.

Ia menambahkan, ketika ada perbedaan, sebaiknya dibicarakan dengan baik tanpa menggunakan bahasa provokatif. 

“Ketika ada perbedaan ya sudah kita obrolin baik-baik jangan menggunakan bahasa yang provokatif karena akhirnya apa? Yang dicari pergesekan. Pergesekan ini yang mau dimanfaatkan oleh invisible hand untuk membuat kita jadi pecah belah,” tandasnya.