Pekerja Swasta Protes Cuti Bersama 18 Agustus: Batalin Aja, Cuma Untungkan ASN

HUT RI, cuti bersama, 18 agustus 2025, libur 18 Agustus 2025, cuti bersama 18 agustus 2025, Pekerja Swasta Protes Cuti Bersama 18 Agustus: Batalin Aja, Cuma Untungkan ASN, “Yang Libur Cuma Orang Pemerintah”, Cuti Bersama 18 Agustus Dinilai Pilih-pilih dan Tidak Adil, Usulan Cuti Bersama 18 Agustus untuk Dibatalkan, Ada yang Sambut Positif, Aturan Cuti Bersama 18 Agustus

Penetapan Senin, 18 Agustus 2025 sebagai cuti bersama nasional menuai protes dari sejumlah karyawan sektor swasta.

Mereka menilai kebijakan ini hanya menguntungkan aparatur sipil negara (ASN) yang bisa menikmati libur panjang setelah perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.

Bagi mayoritas pekerja swasta, tanggal tersebut tetap menjadi hari kerja seperti biasa karena sifatnya yang tidak mengikat perusahaan nonpemerintah.

“Yang Libur Cuma Orang Pemerintah”

Wiwi (32), karyawan di sebuah perusahaan keluarga asal Bogor, mengatakan cuti bersama seharusnya diganti menjadi libur nasional agar berlaku serentak di semua sektor.

“Harusnya serentak, putuskan saja jadi libur nasional. Karena ada beberapa perusahaan yang merasa milik sendiri, jadi tidak mewajibkan untuk libur para karyawannya,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).

Ia mengaku, di perusahaannya, cuti bersama tidak berlaku otomatis.

“Kalau cuma cuti bersama tetap masuk. Yang libur mah cuma orang pemerintah kali, dia mah enak. Mereka udah siap-siap libur panjang, kita yang buruh mah kerja aja udeh,” lanjutnya.

Cuti Bersama 18 Agustus Dinilai Pilih-pilih dan Tidak Adil

Kojek (29), pekerja swasta lain, menilai kebijakan cuti bersama selama ini hanya menguntungkan instansi pemerintah.

“Untuk urusan libur saja pilih-pilih. Klaim cuti bersama itu hanya berlaku bagi instansi pemerintah. Kalau kita bukan kerja di pemerintahan mana ada libur, susah,” kata Kojek.

Ia meminta cuti bersama berlaku menyeluruh agar tidak menimbulkan kesenjangan perlakuan antara ASN dan pekerja swasta.

Usulan Cuti Bersama 18 Agustus untuk Dibatalkan

Wiwi bahkan mengusulkan agar cuti bersama 18 Agustus dibatalkan jika hanya menguntungkan satu pihak.

“Lagian bukan hal mendesak untuk libur, kalau ada ketimpangan, hanya menguntungkan satu pihak, batalin aja liburnya,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Rahmat (27) yang menilai jumlah cuti bersama di 2025 sudah terlalu banyak dan bisa menurunkan produktivitas kerja.

“Enggak perlulah cuti bersama karena sulit bagi kami yang hanya mendapatkan penghasilan harian. Sebaiknya jangan terlalu banyak libur, kantong kempes ini,” ucap Rahmat.

HUT RI, cuti bersama, 18 agustus 2025, libur 18 Agustus 2025, cuti bersama 18 agustus 2025, Pekerja Swasta Protes Cuti Bersama 18 Agustus: Batalin Aja, Cuma Untungkan ASN, “Yang Libur Cuma Orang Pemerintah”, Cuti Bersama 18 Agustus Dinilai Pilih-pilih dan Tidak Adil, Usulan Cuti Bersama 18 Agustus untuk Dibatalkan, Ada yang Sambut Positif, Aturan Cuti Bersama 18 Agustus

Ilustrasi pekerja

Ada yang Sambut Positif

Meski banyak kritik, sebagian pekerja menyambut baik cuti bersama tersebut.

Zahra (25), karyawan swasta di Jakarta Pusat, menganggap libur tambahan bermanfaat untuk memulihkan tenaga setelah perayaan HUT RI.

“Habis lomba biasanya capek, nah cuti bersama ini bisa menjadi waktu tambahan untuk beristirahat. Tentunya ini juga berdampak positif untuk kesehatan,” ujarnya.

Namun, Zahra memahami tidak semua sektor dapat menerapkan kebijakan ini dan menilai fleksibilitas di tingkat perusahaan tetap diperlukan.

Aturan Cuti Bersama 18 Agustus

Pemerintah menetapkan cuti bersama ini melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri pada 7 Agustus 2025.

SKB tersebut merevisi ketentuan sebelumnya tentang libur nasional dan cuti bersama 2025.

Di sektor swasta, penerapan libur bersifat opsional sesuai Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor 2/MEN/XII/2016, sehingga menjadi kewenangan masing-masing perusahaan.

Sekretaris Kemenko PMK Imam Machdi menyebut cuti bersama bertujuan memberi waktu lebih panjang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan.

“Penambahan hari libur ini memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk merayakan momen bersejarah kemerdekaan dengan khidmat, semarak, dan penuh kebanggaan nasional,” katanya.

Menteri PAN-RB Rini Widyantini menambahkan, pelayanan publik esensial tetap berjalan optimal meski cuti bersama berlaku.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul .

Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!