Cara Karoseri Bertahan dari Serbuan impor Truk China
Impor China beberapa tahun terakhir ini masih terus menjadi tantangan berat bagi industri karoseri di Indonesia. Jumlah pesanan aplikasi truk alami mengalami penurunan karena truk impor China.
Kondisi ini disebabkan truk asal Tiongkok tersebut datang sudah lengkap dengan bak atau kondisi siap pakai, yakni Complete Build-Up (CBU). Sehingga tidak perlu lagi memesan rumah-rumah bagi truk ke karoseri.
Syarifuddin Tangka, Direktur PT Metalindo Teknik Utama (MTU), mengatakan, untuk bertahan dari situasi ini pihaknya selalu bersinergi bersama ATPM dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. Selain itu ada tiga poin utama yang digunakan sebagai strategi karoseri MTU.
"Yang pertama kami berpikirnya bagaimana caranya mencapai visinya, maka harus ada misi bagaimana meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang ada di MTU. Karyawan yang ada di sini dari berbagai daerah, jadi betul-betul hegemonis," katanya kepada media, Kamis (4/6/2026).
Menurut Syariffudin, dengan meningkatkan SDM maka produk yang dihasilkan juga lebih baik dan mutunya lebih terjamin. Hal ini juga turut mempengaruhi poin selanjutnya.
Sebab poin yang kedua adalah bagaimana caranya proses karoseri jadi efektif dan efisien. Maka dari itu menurutnya dibutuhkan SDM yang cukup.
Sehingga bisa memanfaatkan tempatnya sebagai solusi membuat kendaraan sesuai kebutuhan dan keinginan palanggan. Namun, tetap menjujung batasan yang telah ditentukan oleh ATPM.
"Hal ini untuk mengimbangi permainan teman-teman importer China yang masuk mungkin tidak ada SKRB atau SRUT,"katanya.
Kontainer truk buatan Karoseri MTU
Selanjutnya poin yang ketiga adalah ikut serta membantu ATPM dalam memberikan layanan after sales. MTU sendiri kerap bekerjasama dengan Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI) untuk membangun rumah bagi truk Mercedes Benz.
Namun yang disayangkan, di Indonesia sendiri saat truk alami masalah, yang dilihat itu ATPM bukan karoserinya.
"Maka dari itu kami harus ikut serta membantu teman-teman di DCVI untuk bertanggung jawab ke after sales-nya. Sehingga ketika truk ada masalah pelanggan tidak hanya bisa hubungin ATPM saja, tapi kita juga bisa memasang badan untuk layanan after sales-nya. Khususnya berhubungan dengan karoseri," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang