Alexander Zverev Juara French Open 2026, Akhiri Penantian Gelar Grand Slam Pertama
Alexander Zverev akhirnya mengakhiri penantian panjang dalam kariernya dengan merebut gelar Grand Slam pertama setelah menjuarai French Open 2026 di Roland Garros, Paris.
Petenis Jerman itu menaklukkan wakil Italia, Flavio Cobolli, dalam laga final French Open 2026 yang berlangsung selama empat jam 15 menit, Senin waktu setempat. Zverev menang dengan skor 6-1, 4-6, 6-4, 6-7 (5-7), 6-1.
Kemenangan tersebut mengakhiri perjalanan panjang Zverev yang selama bertahun-tahun kerap disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang belum pernah memenangi turnamen Grand Slam.
Sebelumnya, petenis berusia 29 tahun itu sempat gagal memanfaatkan peluang emas saat kalah dari Dominic Thiem pada final US Open 2020.
Ia juga harus menerima kekalahan dari Carlos Alcaraz pada final French Open 2024 serta dari Jannik Sinner pada final Australian Open 2025.
Begitu pukulan overhead terakhir Cobolli melambung keluar lapangan pada set penentuan, Zverev langsung menjatuhkan diri ke lapangan tanah liat Roland Garros sebelum memeluk lawannya yang juga merupakan sahabat dekatnya.
Akhiri Dahaga Gelar Grand Slam Jerman
Keberhasilan Zverev menambah catatan bersejarah bagi tenis Jerman.
Ia menjadi petenis putra Jerman pertama yang menjuarai turnamen Grand Slam nomor tunggal sejak Boris Becker memenangi Australian Open pada 1996 atau 30 tahun lalu.
Gelar tersebut juga mengakhiri penantian panjang tenis Jerman di Roland Garros. Sebelum Zverev, petenis putra Jerman terakhir yang menjuarai turnamen tersebut adalah Henner Henkel pada era sebelum Perang Dunia II.
Alexander Zverev, Roland-Garros champion.#RolandGarros pic.twitter.com/5qnWTe2O9k
— Roland-Garros (@rolandgarros) June 7, 2026
Kesuksesan ini semakin bermakna mengingat jalan Zverev menuju gelar tidak selalu berjalan mulus. Ia beberapa kali tersandung di partai puncak Grand Slam dan gagal mengonversi performa konsistennya menjadi trofi mayor.
Pada French Open tahun ini, peluang Zverev terbuka lebih lebar setelah Carlos Alcaraz absen karena cedera dan unggulan utama Jannik Sinner tersingkir lebih awal dari turnamen.
Cobolli Beri Perlawanan Sengit
Meski berstatus debutan final Grand Slam, Flavio Cobolli mampu memberikan perlawanan ketat.
Petenis Italia berusia 24 tahun itu datang ke final setelah menjalani turnamen impresif. Bahkan, ia hanya kehilangan dua set sepanjang perjalanan menuju partai puncak.
Zverev sempat tampil dominan dengan merebut set pertama secara meyakinkan. Namun Cobolli bangkit pada set kedua dan mulai menyulitkan petenis Jerman tersebut.
Dukungan penonton di Court Philippe Chatrier juga banyak mengalir kepada Cobolli yang tampil penuh energi dan variasi permainan.
Momentum penting terjadi pada set ketiga ketika dua kesalahan forehand Cobolli di gim kesepuluh membuka jalan bagi Zverev untuk mengamankan set tersebut.
Namun pertandingan belum berakhir. Cobolli memaksakan set kelima setelah memenangi tie-break set keempat dengan skor 7-5.
Set Penentuan Jadi Milik Zverev
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Cobolli berhasil membawa pertandingan ke set kelima.
Akan tetapi, usaha keras yang dilakukan petenis Italia sepanjang set keempat tampak menguras energinya. Zverev memanfaatkan kondisi tersebut dengan tampil lebih agresif dan efektif pada set penentuan.
Petenis Jerman itu langsung mengambil kendali permainan dan melesat meninggalkan lawannya sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 6-1 pada set terakhir.
Bagi Cobolli, kekalahan ini tetap menjadi pencapaian penting dalam kariernya. Setelah mencapai perempat final Wimbledon tahun lalu, ia kini berhasil menembus final Grand Slam pertama.
Sementara bagi Zverev, kemenangan di Roland Garros menjadi tonggak besar yang selama ini terus dikejar. Setelah bertahun-tahun berada di antara elite tenis dunia, ia akhirnya berhasil mengangkat trofi Grand Slam pertamanya di Paris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang