Misteri di Dalam Gedung Bank Kota Tua: Rahasia Horoskop-Lift Paling Tua
Kota Tua Jakarta selalu menyuguhkan kisah-kisah yang memikat. Di balik fasad neoklasiknya yang kokoh, tersimpan kisah yang kaya akan detail mengenai transformasi Jakarta, yang dulu dikenal sebagai Batavia hingga menjadi pusat keuangan terkemuka di Asia.
Pada Selasa (7/4/2026), detikTravel turut menjadi peserta dalam Free Guided Tour yang diselenggarakan oleh UPK Kota Tua. Dipandu oleh Gilang Ramadhan, dia mengisahkan seluk-beluk sejarah Kota Tua, mengikuti rute "Oud Batavia en Omstreken: Then & Now".
Di antaranya dikisahkan tentang misteri yang tersimpan di dalam dua bank di kawasan itu, Museum Bank Indonesia dan Museum Mandiri.
3 Gedung Bank Bersejarah di Kota Tua
1. De Javasche Bank: Istana Mata Uang Pertama di Asia

Museum Bank Indonesia di Kota Tua, Jakarta Barat (Hans Wilhem/detikcom)
Petualangan ini dimulai di bangunan megah yang kini dikenal sebagai Museum Bank Indonesia. Sungguh mengejutkan ketika mengetahui bahwa bangunan ini, yang sering disalahartikan sebagai istana kerajaan, dulu merupakan cikal bakal bank sentral pertama di Asia.
"Gedung ini dibangun berangsur-angsur sejak 1903 hingga selesai sekitar 1920-an," kata Gilang.
Awalnya, gedung ini bernama De Javasche Bank berdiri pada 1828 di area Kali Besar. Kemudian, kantor itu pindah ke gedung yang jauh lebih megah yang saat ini beralamat di Jl. Pintu Besar Utara No.3, RT.4/RW.6, Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta,
Gilang menceritakan bahwa saking indahnya arsitektur gedung ini, banyak orang awam yang mengira ini adalah kantor pemerintahan atau istana.
Mengutip website resmi Bank Indonesia Museum BI pertama kali dibuka untuk umum pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, selanjutnya diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 Juli 2009. Sejak diresmikan oleh Presiden SBY, museum itu menjadi surga bagi pecinta numismatik (koleksi uang) dan arsitektur.
Pemerintah telah menetapkan bangunan tersebut sebagai bangunan cagar budaya sesuai SK Gubernur Provinsi DKI Jakarta No.475 tahun 1993.
2. Museum Mandiri sebagai Factorij

Museum Bank Mandiri di Kota Tua (Tommy Bernadus/d'Traveler)
Tepat di seberangnya, berdiri gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), atau yang lebih dikenal dengan sebutan Factorij. Didirikan sekitar tahun 1824, gedung ini dulu adalah urat nadi ekspor-impor Hindia Belanda.
"Jadi di bagian atas ini kan gedungnya ada sekitar tiga lantai, nah di lantai paling atas tuh ada ruangan semacam gudang yang dulu digunakan untuk penyimpanan tebu atau sugar cane," kata Gilang.
Satu hal yang tidak boleh dilewatkan di Museum Mandiri adalah keberadaan lift klasik peninggalan Belanda yang ternyata masih aktif hingga saat ini!
Berbeda dengan Museum Bank Indonesia yang fokus pada sejarah mata uang, Museum Mandiri lebih bercerita tentang sejarah perbankan komersial dan memori krisis moneter 1998 yang menjadi alasan lahirnya Bank Mandiri.
3. Nederlandsch-Indische Handelsbank (NIHB)
[Gambas:Instagram]
Bergeser sedikit, Gilang membawa kami ke gedung Nederlandsch-Indische Handelsbank (NIHB). Dari luar, gedung ini mungkin terlihat seperti kantor bank pada umumnya, tetapi ada rahasia cantik di dalamnya.
"Ada kaca patri bermotif horoskop yang sangat indah. Ada 12 lambang zodiak mulai dari Sagitarius hingga Capricorn," ungkap Gilang.
Uniknya, keindahan kaca patri berwarna ungu menyala ini hanya bisa dinikmati dari dalam gedung. Gedung ini masih aktif digunakan sebagai kantor cabang Bank Mandiri.