Top 5+ Fakta Mengerikan Daycare Little Aresha Jogja: Anak-anak Diikat, Orangtua Diminta Lakukan Ini sebelum Menjemput
Kasat Reskrim Polrestra Yogyakarta, Kompol Riski Adrian mengatakan, penggerebekan tersebut dilakukan terkait dugaan penganiayaan terhadap ana-anak yang dititipkan di tempat tersebut.
“Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” ujar Adrian saat dihubungi wartawan Sabtu 25 April 2026.
Kasus penganiayaan terhadap anak di daycare Little Aresha pertama kali dilaporkannoleh mantan karyawan, yang sebelumnya bertugas sebagai pengasuh di tempat tersebut.
"Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititip itu kurang manusiawi. Ia merasa tidak sesuai hati nurani karena melihat ada yang dianiaya dan ditelantarkan, akhirnya memilih mengundurkan diri dan melapor," ujar Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, Sabtu.
1. 53 dari 103 anak jadi korban
Kombes Eva mengungkap, daycare Little Aresha mengasuh sebanyak 103 anak, dengan 53 di antaranya terverifikasi mengalami kekerasan fisik dan verbal.
Menurut pengakuan pelapor, yang sudah bekerja lebih dari satu tahun, tindakan kekerasan ini telah berlangsung lama.
2. Daycare tak memiliki izin operasi
Kepala, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas, mengatakan bahwa daycare dan taman kanak-kanak Little Aresha tidak memiliki izin operasional.
3. Area dalam daycare tak dilengkapi CCTV
Berdasarkan pengakuan salah satu orangtua korban, Choi, area dalam daycare Little Aresha tak terpasang CCTV. Menurutnya, kamera pengawas hanya terpasang di bagian luar saja.
"CCTV itu ditanyain, cuma di luar aja. Di dalam nggak ada,” ujar Choi dikutip dari TikTok @pandanganjogja Minggu, 26 April 2026.
4. Orangtua wajib memberi kabar, 1 jam sebelum menjemput anak
Masih dari keterangan Choi, daycare Little Aresha disebut menerapkan prosedur penjemputan yang janggal. Para orangtua diwajibkan memberi kabar melalui WhatsApp (WA) 1 jam sebelum menjemput anaknya.
“Setiap mau menjemput dia itu pokoknya 30 menit atau 1 jam sebelumnya harus di-WA. Jadi misalnya mau OTW jemput itu harus WA dulu setengah jam,” kata Choi.
5. Kaki anak-anak diikat
Annisa, orangtua korban yang telah menitipkan anaknya selama 6 bulan di daycare Little Aresha mengaku syok saat mengetahui kejadian ini.
Pristiwa menyayat hati tersebut diketahui saat ia hendak menjemput anaknya pada Jumat, 24 April 2026 sore. Saat itu, kata dia, lokasi penitipan anak sudah dipenuhi polisi.
Seorang Polisi Wanita (Polwan) kemudian memperlihatkan video kepadanya.
“Badan gemeter banget pas lihat video ternyata ada anakku yang diikat sampai nangis sesegukan,” ungkap Annisa melalui media sosial Threads, Sabtu.
“Di video ada bayi-bayi berjejer di atas playmate diikat kakinya tanpa baju, nangis, haus, dingin. Di video selanjutnya ada anak di atas 2 tahun diikat di pintu, ” tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, pada Senin 27 April 2026 dijadwalkan dilakukan asesmen awal dan advokasi kepada orang tua korban untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.