Meta Pantau Aktivitas Karyawan untuk Latih AI, Staf Protes
- Meta meluncurkan program "Model Capability Initiative" untuk merekam interaksi teknis karyawan pada perangkat kerja.
- Software ini melacak penggunaan Gmail, GChat, hingga pintasan keyboard guna melatih agen AI otonom.
- CTO Meta menegaskan tidak ada opsi bagi karyawan untuk menolak (opt-out) dari sistem pemantauan ini.
- Pakar privasi menilai langkah ini sebagai bentuk pengawasan tempat kerja paling invasif saat ini.
Raksasa teknologi Meta resmi meluncurkan software pelacak baru untuk memantau perilaku kerja staf mereka di Amerika Serikat. Program bernama Model Capability Initiative ini bertujuan mengumpulkan data interaksi manusia demi melatih model kecerdasan buatan (AI). Langkah Meta pantau aktivitas karyawan ini terungkap melalui memo internal yang memicu keresahan besar di kalangan pekerja.
Cara Meta Pantau Aktivitas Karyawan Lewat Software Baru
Perusahaan memasang perangkat lunak khusus pada komputer milik karyawan dan kontraktor resmi. Program ini secara otomatis merekam aktivitas pada aplikasi serta situs web yang berkaitan dengan pekerjaan. Meta berniat membangun agen AI yang mampu menyelesaikan tugas secara mandiri di masa depan.
Aplikasi dan Data yang Diawasi
Pemantauan intensif ini mencakup layanan populer seperti Gmail, GChat, dan asisten AI internal bernama Metamate. Meta fokus merekam cara nyata manusia mengoperasikan komputer mereka setiap hari. Hal ini meliputi aktivitas memilih opsi pada menu dropdown hingga penggunaan berbagai pintasan keyboard.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa ribuan karyawan dapat membantu menyempurnakan model AI hanya dengan bekerja seperti biasa. Meskipun demikian, pelacakan ini tidak menyentuh perangkat ponsel pribadi milik karyawan. Meta mengeklaim hanya mengincar data interaksi teknis yang sulit ditiru oleh mesin saat ini.
Reaksi Keras Staf dan Kebijakan Tanpa Opsi Keluar
Laporan internal menunjukkan bahwa banyak staf merasa sangat tidak nyaman dengan kebijakan baru ini. Mereka meluapkan kekecewaan melalui berbagai emoji kemarahan dan kesedihan di platform komunikasi perusahaan. Banyak karyawan mempertanyakan batasan privasi mereka selama jam kerja berlangsung.
Andrew Bosworth, CTO Meta, memberikan respons tegas terhadap keluhan tersebut. Ia menyatakan bahwa karyawan tidak memiliki opsi untuk keluar (opt-out) dari sistem pemantauan pada laptop kerja. Bosworth menekankan bahwa visi jangka panjang perusahaan adalah membiarkan AI "melakukan pekerjaan" sementara manusia bertindak sebagai pengarah.
Analisis Privasi dan Dampak Masa Depan
Di sisi lain, Meta menjamin bahwa data hasil pemantauan tidak akan memengaruhi penilaian kinerja individu. Manajer langsung juga tidak memiliki akses untuk melihat rekaman aktivitas anak buah mereka. Namun, kebijakan ini tetap terasa berat mengingat Meta sedang merencanakan PHK terhadap 8.000 karyawan tambahan tahun ini.