Top 12+ Tahun Berhijab dan Kini Dilepas, Zeda Salim: Saya Masih Belajar

Zeda Salim
Zeda Salim

 Keputusan Zeda Salim untuk sementara melepas hijab setelah lebih dari satu dekade memakainya jadi perbincangan di dunia jagat maya. Di tengah berbagai komentar yang bermunculan, ia mengaku bahwa dirinya masih terus belajar dan berusaha memperbaiki diri, termasuk dalam hal menutup aurat dengan lebih baik di masa depan.

Pengakuan tersebut disampaikan Zeda setelah penampilannya tanpa hijab menuai reaksi beragam dari warganet. Banyak yang mempertanyakan keputusannya, bahkan tidak sedikit yang menyampaikan kritik secara terbuka di media sosial. Namun, di balik keputusan tersebut, Zeda menegaskan bahwa langkahnya bukan semata soal gaya hidup, melainkan bagian dari perjuangan hidup yang tidak mudah. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada paragraf ketiga dalam unggahannya, Zeda menanggapi langsung berbagai komentar yang menurutnya terasa menghakimi. Ia merasa kondisi setiap orang tidak bisa disamakan, terutama dalam hal rezeki dan kesempatan kerja.

“Banyak sekali lisan yang menghakimi & menertawakan.. ‘Berhijab masih bisa kerja kok.., sy lama berhijab rejeki lancar kok dil, gue masih istiqomah bertahun-tahun berhijab amit-amit deh...’ Sayangnya sy tdk seberuntung kalian.., yg masih dilimpahi rezeki walau berhijab. Ujian hidup anda dgn saya pun sdh pasti berbeda,” ungkap Zeda yang dikutip dari Instagramnya @zedasalim pada Selasa, 21 April 2026.

Zeda mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenakan hijab selama kurang lebih 12 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, ia berusaha menjalani kehidupan dengan penuh tanggung jawab, termasuk menghadapi berbagai tekanan hidup sebagai seorang ibu tunggal.

Ia menegaskan bahwa selama berhijab, dirinya tidak pernah merasa lebih baik dari orang lain. Bahkan, ia mengaku tidak pernah menghakimi perempuan lain yang memilih jalan hidup berbeda.

“12 tahun berhijab, sy tdk pernah mendeklarasikan diri sbg ustadzah yg sholehah.. & tdk pernah mau menghakimi wanita manapun yg melepas hijabnya, (karena kita tdk tau badai apa yg sdh mereka lewati),” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa baginya, perjalanan setiap perempuan memiliki tantangan yang berbeda-beda.

Menurut Zeda, keputusan untuk sementara melepas hijab bukanlah hal yang ringan. Ia menyebut perubahan penampilannya berkaitan erat dengan kebutuhan finansial keluarga yang harus dipenuhi.

Sebagai seorang ibu yang harus menghidupi anak dan membantu orang tua, ia merasa harus bangkit dan mencari peluang kerja yang lebih luas.

“Selama 16 tahun ini saya menjadi seorang ibu sekaligus ayah utk anak sy. Tujuan saya merubah penampilan adalah utk mencari nafkah utk anak & orgtua sekaligus utk mengobati badan dan mental saya yg sudah rusak!,” katanya lagi.

Ia juga menambahkan bahwa mempertahankan hijab tanpa dukungan dari lingkungan terdekat bukanlah perkara mudah. Zeda mengaku menghadapi tekanan berat secara mental dan emosional dalam perjalanan hidupnya.

“Bukanlah hal yg mudah mempertahankan hijab selama 12 tahun, tanpa dukungan keluarga dan tanpa bimbingan dari suami.. (yg justru malah terus menyiksa tubuh dan mental saya),” ujar Zeda.

Sebelum memutuskan untuk mengubah penampilannya, Zeda mengaku telah melalui proses panjang yang penuh pergolakan batin. Ia menyebut sering menangis dan berdoa untuk meminta petunjuk sebelum akhirnya mantap melangkah.

“Sebelum memutuskan semua ini, sy telah melalui pergolakan bathin yg luar biasa menangis, bersujud meminta ampun pada Allah, meminta izin dan meminta petunjuk.., sy harus bangkit! bekerja keras utk anak & keluarga,” ujarnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di akhir pernyataannya, Zeda menegaskan bahwa dirinya masih dalam proses belajar. Ia menyadari bahwa perjalanan dalam menutup aurat tidak selalu berjalan sempurna, namun ia berkomitmen untuk terus memperbaiki diri.

“Saya hanyalah perempuan lemah & fakir ilmu yg masih belajar menutup aurat dgn sempurna.. selama 12 tahun ini sy masih belajar.. dan maaf jika cara saya menutup aurat belum sempurna,” tandasnya.