Elden Ring: Tarnished Edition di Switch 2 Picu Kontroversi

Elden Ring: Tarnished Edition di Switch 2 Picu Kontroversi
Elden Ring: Tarnished Edition di Switch 2 Picu Kontroversi

  • Elden Ring: Tarnished Edition rilis di Nintendo Switch 2 dengan harga pre-order $80.
  • Game menggunakan sistem "Game-Key Cards" yang mewajibkan download data meskipun membeli kaset fisik.
  • Versi ini menyertakan DLC Shadow of the Erdtree dan konten eksklusif seperti kelas karakter baru.

Bandai Namco resmi menyiapkan peluncuran Elden Ring: Tarnished Edition untuk konsol Nintendo Switch 2. Meskipun belum memiliki tanggal rilis pasti, daftar pre-order menunjukkan harga sebesar $80 atau sekitar Rp1,2 jutaan.

Harga tersebut mencakup game dasar versi 2022 beserta ekspansi populer Shadow of the Erdtree. Namun, kebijakan distribusi fisik pada platform ini langsung memicu gelombang protes dari komunitas gamer di seluruh dunia.

Skandal Game-Key Cards Elden Ring: Tarnished Edition

Masalah utama muncul karena penggunaan teknologi Game-Key Cards oleh Nintendo. Mengingat ukuran file game yang mencapai 75GB, Nintendo memilih tidak menggunakan cartridge penuh karena biaya perangkat keras yang sangat mahal.

Kondisi tersebut memicu kemarahan karena pembeli merasa tidak memiliki produk fisik sepenuhnya. Jika server Nintendo di masa depan ditutup, kaset tersebut berisiko menjadi benda yang sama sekali tidak berguna.

Fitur Baru dan Konten Eksklusif

Selain kontroversi kaset, Elden Ring: Tarnished Edition menawarkan sejumlah konten tambahan bagi para Tarnished. Bandai Namco mengonfirmasi adanya set zirah baru, senjata tambahan, hingga opsi kustomisasi untuk Torrent.

Ada dua kelas awal (starter classes) baru yang bisa pemain pilih: Knight of Idis dan Heavy Knight. Knight of Idis menonjolkan kelincahan, sementara Heavy Knight dibekali zirah berat serta senjata Greatsword sejak awal permainan.

Pemain di platform lain seperti PS5, Xbox, dan PC tidak perlu khawatir tertinggal. Bandai Namco akan merilis "Tarnished Pack DLC" seharga $10 untuk membawa semua konten baru ini ke platform non-Nintendo.

Dampak Kepemilikan Digital di Masa Depan

Key Cards ini memperkuat kekhawatiran tentang hilangnya hak milik konsumen atas video game. Gerakan "Stop Killing Games" kini tengah berjuang di Uni Eropa dan Inggris untuk menentang praktik pemutusan akses game yang sudah dibeli.

Halaman Selanjutnya
Kasus seperti penghapusan PUBG di konsol lama menjadi bukti nyata betapa rapuhnya ekosistem digital saat ini. Tanpa data utuh di dalam kaset, Elden Ring: Tarnished Edition berpotensi mengalami nasib serupa di masa depan.
img_title