Parfum Jadi Pilihan Pertama Konsumen Saat Belanja Produk Luxury Beauty, Ungguli Skincare dan Makeup

parfum, luxury beauty, Parfum Jadi Pilihan Pertama Konsumen Saat Belanja Produk Luxury Beauty, Ungguli Skincare dan Makeup, Jadi Pintu Masuk ke Produk Luxury, Faktor Budaya dan Kebiasaan, Pasar Terus Tumbuh, Didorong Brand Lokal dan Tren Media Sosial

Pasar parfum di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data L’Oreal Indonesia, nilainya bahkan telah mencapai sekitar Rp 6 triliun dan terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk wewangian.

General Manager L’Oreal Luxe Division Indonesia Maria Adina mengatakan bahwa parfum kini menjadi kategori terbesar dalam pasar luxury beauty di Indonesia.

“Sekitar 46 persen dari total pasar luxury beauty di Indonesia berasal dari fragrance,” ujar Maria dalam acara L’Oreal Brandstorm 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

Menurutnya, dibandingkan kategori lain seperti skincare dan makeup, parfum memiliki kontribusi paling besar, sementara makeup justru menjadi yang paling kecil dalam segmen ini.

Jadi Pintu Masuk ke Produk Luxury

Maria menjelaskan bahwa parfum juga menjadi produk pertama yang biasanya dibeli konsumen saat mulai masuk ke kategori luxury beauty.

Hal ini terlihat dari berbagai riset konsumen yang dilakukan Loreal Indonesia secara berkala.

“Di Indonesia, entry pertama ke luxury beauty category adalah melalui fragrance,” ungkap Maria.

Menurutnya, hal ini berkaitan dengan cara konsumen memandang nilai dari setiap kategori produk kecantikan.

Pada produk skincare, misalnya, konsumen lebih fokus pada efektivitas, sehingga tidak selalu merasa perlu berinvestasi pada produk dengan harga tinggi.

Sebaliknya, parfum dinilai memiliki nilai emosional dan pengalaman yang lebih kuat sehingga lebih menarik sebagai produk luxury.

Faktor Budaya dan Kebiasaan

Selain faktor fungsi dan persepsi nilai, kebiasaan masyarakat Indonesia juga turut berperan dalam tingginya minat terhadap parfum.

Maria menyebut bahwa budaya “suka wangi” sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Menurutnya, aroma yang harum sering dikaitkan dengan kebersihan dan kesan positif.

“Orang yang wangi dianggap sebagai orang yang bersih,” tutur Maria.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan wewangian telah lama menjadi bagian dari tradisi, baik melalui bunga maupun rempah-rempah.

Hal ini membuat parfum menjadi produk yang relevan secara budaya sekaligus memiliki daya tarik emosional yang kuat.

Pasar Terus Tumbuh

parfum, luxury beauty, Parfum Jadi Pilihan Pertama Konsumen Saat Belanja Produk Luxury Beauty, Ungguli Skincare dan Makeup, Jadi Pintu Masuk ke Produk Luxury, Faktor Budaya dan Kebiasaan, Pasar Terus Tumbuh, Didorong Brand Lokal dan Tren Media Sosial

General Manager L?Oreal Luxe Division Indonesia Maria Adina dalam acara L?Oreal Brandstorm 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (8/4/2026).

Seiring meningkatnya minat terhadap parfum, pasar fragrance di Indonesia juga terus mengalami pertumbuhan.

Maria menyebut bahwa pertumbuhan kategori ini mencapai lebih dari 20 persen setiap tahun.

Bahkan, dalam periode 2020 hingga 2024, pertumbuhan pasar tercatat mencapai sekitar 67 persen.

Pertumbuhan ini juga didorong oleh munculnya berbagai brand baru, termasuk merek lokal yang mulai meramaikan pasar parfum premium.

Didorong Brand Lokal dan Tren Media Sosial

Kehadiran brand lokal ini turut memperluas pilihan konsumen, sekaligus membuat pasar menjadi lebih dinamis.

Konsumen kini tidak hanya mengenal merek global, tetapi juga mulai melirik produk dalam negeri dengan karakter aroma yang lebih dekat dengan preferensi lokal.

Selain itu, meningkatnya akses terhadap informasi melalui media sosial juga berperan dalam mendorong minat masyarakat terhadap parfum. 

Rekomendasi dari content creator serta tren layering parfum turut memengaruhi cara konsumen memilih dan menggunakan wewangian.

Kondisi ini menunjukkan bahwa parfum memiliki peran penting dalam pasar luxury beauty di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang