Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

 Manufaktur asal Tiongkok, Changan resmi menggandeng grup otomotif CAOA dalam membangun lini produksi berteknologi tinggi di Anapolis, Brasil.

Pabrik ini bermaksud mendorong industrialisasi dan percepatan adopsi kendaraan ramah lingkungan di Brasil, termasuk Flex-Fuel dan mobil hybrid.

Di tahap awal, model perdana yang dirakit lokal adalah Changan Uni-T. Mobil tersebut adalah hasil kerja sama 200 insinyur asal Tiongkok dan Brasil selama tiga tahun.

Menariknya Uni-T merupakan SUV dengan jantung pacu 1.5 Turbo GDi BlueCore Flex, dapat beroperasi berbekal bensin etanol berapapun perbandingannya.

Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Turut dihadiri Luiz Inacio da Silva, Presiden Brasil serta Geraldo Alckmin, Wakil Presiden Brasil, peresmian pabrik jadi tonggak penting Changan untuk berbisnis dalam jangka waktu panjang di sana.

“Bagi Changan, Brasil bukan sekadar pasar tetapi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk membangun masa depan industri otomotif yang berkelanjutan,” kata Zhu Huarong, Chairman of China Changan Automobile Group dalam siaran resmi, dikutip Rabu (01/04).

Di periode 2026-2028, investasi baru yang digelontorkan adalah R$ 5 miliar (sekitar Rp 16,3 triliun).

Digabung investasi di fasilitas Anapolis di 2023-2025 (R$ 3 miliar atau Rp 3,8 triliun) maka total investasinya adalah R$ 8 miliar (Rp 26,2 triliun). Kapasitas produksi pabrik itu mencapai 90.000 unit per tahun.

Bicara soal Changan Uni-T yang akan diproduksi di Anapolis, mobil itu telah diuji coba secara nyata sejauh 200.000 kilometer di berbagai iklim Brasil.

Sehingga ketahanan, efisiensi maupun performa kendaraannya disesuaikan pola penggunaan di sana.

Changan Bangun Pabrik Canggih di Brasil, Rakit Mobil Flex Fuel

Tidak hanya itu detail kecil lain turut diperhatikan. Misalnya sistem perintah suara bahasa Portugis.

Changan juga berencana membuka lebih dari 60 diler di Brasil sepanjang 2026, memperluas jangkauan penjualan dan semakin dekat ke konsumen.

“UNI-T bukan hanya sebuah model baru, tetapi bukti bahwa Brasil memiliki potensi untuk menjadi pusat global dalam rekayasa dan produksi otomotif berteknologi tinggi,” kata Carlos Alberto de Oliveira Andrade Filho, Co-President CAOA.