Rekap Performa Tim Jatim di Super League, Jauh dari Memuaskan!

Persebaya, Arema FC, Persik, Madura United, Super League 2025-2026, Rekap Performa Tim Jatim di Super League, Jauh dari Memuaskan!

Performa empat klub asal Jawa Timur di Super League 2025-2026 di jeda kompetisi masih jauh dari kata memuaskan.

Baik Persebaya Surabaya, Arema FC, Persik Kediri, hingga Madura United belum menunjukkan performa yang meyakinkan hingga jelang pekan ke-26 ini.

Persebaya yang posisinya di klasemen sementara lebih baik dibandingkan tiga klub lainnya, juga belum menunjukkan performa konsisten.

Bajul Ijo melewati empat laga di bulan Maret dengan hasil sekali menang, satu kali imbang, dan dua kali kalah termasuk menderita kekalahan telak dari Borneo FC (1-5) sebelum libur Lebaran.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, merespons hasil buruk di laga terakhir melawan Borneo FC dengan melakukan pertemuan dengan pemain.

Ia membedah titik lemah tim yang harus segera dibenahi.

Saat ini, Persebaya masih berada di posisi ke-7 di tangga klasemen sementara dengan perolehan 39 poin, hasil dari 10 menang, 9 seri, dan 6 kalah.

Singo Edan Hattrick Kekalahan

Performa Arema FC juga sangat mengecewakan. Meskipun sempat menunjukkan performa apik di awal putaran kedua Super League 2025-2026.

Perlahan performa tim terjun bebas, Arkhan Fikri dkk melewati empat laga dengan hasil sekali seri dan tiga kali kalah secara beruntun.

Dampak dari hasil buruk tersebut, ambisi klub untuk meramaikan persaingan di papan atas harus tertunda.

Mereka masih tertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 31 poin, hasil dari 8 menang, 7 seri, dan 10 kalah.

Pelatih Arema FC, Marcos Santos bertekad membawa timnya bangkit dari rentetan hasil buruk dengan memaksimalkan sembilan laga sisa musim ini dengan meraih hasil positif.

Terdekat, Arema FC dijadwalkan akan menjamu Malut United dalam lanjutan pekan ke-26 yang akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (3/4/2026) mendatang.

“Sekarang kami kembali fokus untuk pertandingan berikutnya. Target kami jelas, membawa Arema FC ke posisi yang lebih baik,” ucap pelatih asal Brasil itu.

Macan Putih Masih Belum Konsisten

Tidak jauh berbeda dengan Persebaya dan Arema FC, performa Persik juga jauh dari kata memuaskan. Hanya sekali meraih kemenangan dan tiga kekalahan sepanjang bulan Maret.

Persebaya, Arema FC, Persik, Madura United, Super League 2025-2026, Rekap Performa Tim Jatim di Super League, Jauh dari Memuaskan!

Penyerang Persib Bandung Andrew Jung menguasai bola diganggu bek Persik Kediri Francisco Carneiro pada laga pekan ke-16 Super League 2025-2026, Senin (5/1/2025) di Stadion Brawijaya, Kediri.

Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina fokus memperbaiki performa tim di latihan perdana pasca libur Lebaran. Fokus tim memperbaiki hal-hal yang masih kurang dan mengembangkan apa yang sudah berjalan dengan baik.

Terutama lini pertahanan yang mendapat perhatian khusus jelang laga melawan Persijap Jepara, Senin (6/4/2026) sore.

“Kami harus lebih kompak sebagai satu tim. Tentu pertahanan menjadi fokus utama kami, dan kami terus berusaha untuk membuat lini pertahanan semakin baik,” ujarnya.

Alarm Bahaya Madura United, Pelatih Anyar Gagal Merapat

Sementara itu Madura United dalam kondisi yang paling mengkhawatirkan dari tiga klub Jatim yang bermain di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Sebab performanya terus merosot dan terjerembab di zona degradasi.

Dari empat pertandingan yang dilakoni di bulan ini, tim hanya mampu mendapatkan satu poin, hasil bermain imbang melawan Arema FC (2-2). Sedangkan laga berikutnya berakhir dengan rentetan kekalahan.

Tim menempati posisi ke-16 klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan perolehan 20 poin.

Imbas dari hasil buruk ini, Madura United pun memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan pelatih Carlos Pereira.

Sayangnya pelatih pengganti yakni Joel Cornelli yang sempat melatih Arema FC gagal merapat karena tidak mendapat izin dari Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

Direktur Utama PT PBMB, Annisa Zhafarina mengaku bahwa saat ini manajemen terus berupaya mencari sosok pelatih yang tepat untuk mendongkrak performa tim di sisa kompetisi musim ini.

“Kami memahami situasi ini bukan hal mudah, baik bagi tim maupun para suporter. Kami berharap situasi ini dapat dipahami dengan baik,” pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang