Skenario Alwi dan Ubed Sumbang Medali BAC 2026 versi Indra Wijaya
Pelatih tunggal putra utama PBSI, Indra Wijaya, memiliki keyakinan besar terhadap dua anak asuhnya, Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah.
Keyakinan Indra berkaitan dengan penyelenggaraan turnamen terdekat yang bergulir pada pekan depan, yakni Kejuaraan Asia 2026 atau Badminton Asia Championship (BAC).
Indonesia mengirimkan tiga wakil di tunggal putra Kejuaraan Asia 2026. Dua di antaranya bernaung di pelatnas PBSI, sementara satu lagi non-pelatnas, Jonatan Christie.
Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed mungkin belum masuk jajaran elite tunggal putra, namun potensi mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.
Setidaknya begitulah penilaian Indra Wijaya yang sehari-hari mendampingi dan melihat perkembangan Alwi dan Ubed dari segi kualitas permainan serta mental bertanding.
Alwi memperlihatkan konsistensi selama beberapa turnamen terakhir. Juara Indonesia Masters dan finalis Swiss Open menghiasi rekam jejaknya di tahun ini.
Kemudian, Ubed turut menyumbangkan gelar juara Thailand Masters 2026, meski dua turnamen terakhir berakhir mengecewakan tersingkir di babak pertama.
Alwi dan Ubed Satu Bagan
Di BAC 2026, Alwi dan Ubed berada di satu bagan. Keduanya berpotensi bentrok di semifinal andai bisa terus meraih kemenangan dari babak pertama.
Satu perbedaan besar keduanya adalah jalan Ubed sedikit lebih panjang karena harus memulai BAC 2026 dari babak kualifikasi.
Sementara itu, Alwi Farhan langsung bertanding di babak utama menghadapi wakil Malaysia, Justin Hoh.
Ekspresi pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, usai memastikan diri lolos ke final Swiss Open 2026.
"Harapan saya Alwi atau Ubed ini ada yang bisa bawa pulang medali lah," ujar Indra Wijaya kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di Pelatnas PBSI, Rabu (1/4/2026).
"Saya melihat persaingan di Asia hampir merata ya. Pastinya di babak pertama nanti sudah mengalahkan pemain-pemain terbaik."
"Untuk Ubed baru debut, pastinya lolos kualifikasi dulu. Dia bisa bertemu Alwi nanti karena mereka di satu bagan," jelasnya.
Evaluasi Alwi dan Ubed
Meski berpotensi, Indra Wijaya rupanya menyimpan catatan evaluasi untuk Alwi Farhan dan Ubed usai Tur Eropa beberapa waktu lalu.
Alwi dinilai perlu mengatur stamina lebih baik lagi dengan memaksimalkan recovery pasca-laga. Studi kasusnya adalah final Swiss Open 2026.
"Kemarin pekerjaan rumah Alwi memang di recovery. Kurang istirahat karena dapat pertandingan paling terakhir," ucap Indra Wijaya.
"Hal semacam ini sebenarnya jarang terjadi, tapi tetap harus disiasati supaya tidak antiklimaks di pertandingan berikutnya," imbuhnya.
Untuk Ubed, secara permainan sudah mengalami banyak perkembangan. Tinggal bagaimana menjaga fokus agar tidak goyah dalam kondisi unggul.
"Penampilannya bagus, cuma memang pengalaman dan jam terbang berpengaruh. Sudah mempimpin, malah banyak buang poin."
"Ibaratnya masih banyak jorok lah ya. Perbaikan-perbaikan ke depan harus dirapikan lagi," tandasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang