Hipdut Tembus Jepang, Sisca Saras dan F4dli Kolaborasi dengan NecoMe Ayaka Yasumoto
Genre hipdut kembali mencuri perhatian. Kali ini, bukan sekadar viral di dalam negeri, melainkan merambah langsung ke pasar internasional. Sony Music Indonesia dan Sony Music Japan resmi mengumumkan proyek kolaborasi lintas negara lewat single “Swipe Kanan Kiri”, yang mempertemukan penyanyi Sisca Saras dengan idol asal Jepang, NecoMe atau Ayaka Yasumoto. Di balik produksinya, ada tangan dingin F4dli dari FloorInc, sosok yang sebelumnya dikenal luas lewat lagu viral Aku Dah Lupa.
Keterlibatan F4dli dalam proyek ini bukan kebetulan. Sony Music Indonesia secara khusus menawarkan nama F4dli kepada pihak Jepang karena karakter soundnya dinilai unik dan mampu menjembatani dua budaya musik yang berbeda. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!
“Jadi, tim Sony Music Indonesia sedang melakukan proyek kerja sama dengan Sony Music Japan dan mereka menawariku untuk berkolaborasi dengan artis Jepang karena tertarik dengan karakter sound-ku. Dari situ, kami mulai berkomunikasi hingga akhirnya sepakat membuat kolaborasi, maka lahirlah single yang menyatukan dua budaya ini,” ujar F4dli dalam keterangannya, dikutip Selasa 31 Maret 2026.
Dalam menggarap lagu ini, F4dli mengambil pendekatan yang segar: memadukan fondasi koplo dan dangdut dengan melodi serta sentuhan sound khas Jepang.
“Perpaduan musik Indonesia dan Jepang itu jarang, jadi aku memakai dasar koplo atau dangdut, tapi diberi sentuhan melodi dan sound khas Jepang sehingga terasa segar dan berbeda,” jelasnya.
Bagi Sisca Saras, “Swipe Kanan Kiri” bukan sekadar single baru, ini adalah debut internasionalnya. Ia mengaku sangat antusias menjalani proses kreatif bersama Ayaka Yasumoto, terlebih keduanya memiliki latar belakang yang serupa: sama-sama berlatar dunia idol.
“Pengerjaan single ini menjadi pengalaman yang menarik banget buatku karena baru kali ini aku bekerja sama dengan musisi luar negeri. Aku selalu senang kalau diajak untuk melakukan proyek kolaborasi, apalagi mendapat kesempatan untuk nyanyi bareng dengan artis Jepang yang kebetulan punya latar belakang yang mirip karena kami sama-sama idol,” ungkap Sisca Saras.
Soal genre hipdut, Sisca Saras mengaku tak merasa terbebani. Justru sebaliknya.
“Seru banget! Buat aku, hipdut itu santai dan asyik untuk dinyanyikan. Aku tidak begitu kesulitan dalam menyanyikan lagu ini karena memang suka dengan lagu-lagu berirama upbeat dan bisa dipakai untuk joget-joget. Sebagai musisi, ini hal yang menarik karena menyanyikan musik bernuansa hipdut, tapi dengan dua bahasa,” ujarnya.
Proses produksi “Swipe Kanan Kiri” berlangsung cepat namun intensif. Pada Januari 2026, Sisca Saras dan Ayaka Yasumoto menyelesaikan sesi rekaman di Jakarta bersama tim Sony Music Japan. Dalam waktu hanya lima hari, mereka berhasil merampungkan dua lagu, satu video musik, serta tujuh konten pendukung.
Proses kreatifnya pun tak lepas dari tantangan bahasa. Tim produksi menggelar workshop intensif dengan bantuan penerjemah untuk memastikan lirik dalam bahasa Indonesia dan Jepang terasa selaras dengan musik, tanpa kehilangan nuansa masing-masing budaya.
Sony Music Indonesia menyebut proyek ini sebagai bagian dari strategi yang lebih besar: membawa musik Indonesia ke pasar internasional, dengan Jepang sebagai pintu masuk pertama. Pemilihan genre hipdut, perpaduan hiphop dan dangdut, bukan tanpa alasan. Genre ini tengah naik daun dan dinilai memiliki daya tarik yang cukup kuat untuk menembus selera pasar global.
Lewat proyek Hipdut Goes Through Japan ini, Sony Music Indonesia berharap kolaborasi Sisca Saras dan Ayaka Yasumoto bisa memperluas jangkauan karier keduanya sekaligus memperkenalkan musik Indonesia kepada pendengar di Jepang dan mancanegara.
Single “Swipe Kanan Kiri” dijadwalkan rilis di seluruh platform musik digital mulai 10 April 2026.