Merdeka Gold Resources Tunjuk 3 Direksi Baru, Ini Profil Lengkapnya

Ilustrasi Tambang
Ilustrasi Tambang

Manajemen PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) bersiap merombak jajaran petinggi dengan mengangkat direksi baru menyusul pengunduran diri tiga anggota Direksi pada 18 Maret 2026. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk meminta persertujuan para investor. 

Perseroan mengungkapkan, agenda ini merupakan tindak lanjut dari pengunduran diri Albert Saputro, David Thomas Fowler, dan Adi Adriansyah Sjoekri. RUPS akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan anggaran dasar dan regulasi yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mata acara ini juga mencakup rencana  pengangkatan Nicholas John Green, Barend Johannes Nicolaas Knoetze, dan Suryadinata Tanu masing-masing sebagai Direktur Perseroan," ujar Manajemen EMAS dikutip dari keterbukaan informasi, Sabtu, 28 Maret 2026. 

 Tidak hanya itu, Perseroan juga mengajukan sejumlah nama untuk memperkuat jajaran Dewan Komisaris. Mereka adalah Xinyu Wang dan Winato Kartono sebagai Komisaris, serta Yu Gao, John Mackay McCulloch Williamson, dan Jona Widhagdo Putri sebagai Komisaris Independen.

Berikut tiga profil calon direksi baru EMAS yang akan diangkat dalam RUPS dijadwalkan pada Rabu, 22 April 2026 pukul 14.00 WIB.

Profil Nicholas John Green

Nicholas John Green (49 tahun) merupakan kandidat Direktur EMAS yang akan bertanggung jawab atas pengembangan proyek pertumbuhan baru, ekspansi fasilitas operasional, serta pemberian arahan strategis di seluruh entitas anak perusahaan. Ia bergabung dengan grup pada Mei 2022 sebagai General Manager dan sempat menjabat General Manager Proyek Pani di MMS hingga Mei 2024, sebelum kemudian dipercaya sebagai General Manager GSM sejak Mei 2024.

Nicholas memiliki pengalaman panjang di industri pertambangan global dengan berbagai posisi strategis. Sebelum bergabung dengan perseroan, ia menjabat sebagai Group Head of Projects di PT Meares Soputan Mining, anak usaha Archi Indonesia.

Ia juga pernah berkarier di PT Maruwai Coal yang berada di bawah grup Alamtri Resources Indonesia, serta memiliki pengalaman sebagai Construction Engineer di Tambang Martabe, Construction Manager di NuiPhao Mining Vietnam, dan Project Manager di Ausenco Minerals Australia.

Ia meraih gelar Bachelor of Engineering (Honours) dari University of Tasmania, Australia, serta mengantongi sertifikasi Pengawas Operasional Pertama (POP) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Profil Barend Johannes Nicolaas Knoetze

Barend Johannes Nicolaas Knoetze (55 tahun) merupakan kandidat Direktur dengan pengalaman internasional yang luas di bidang operasi pertambangan dan metalurgi. Ia bergabung dengan grup MCG pada November 2023 sebagai General Manager Tambang Tembaga Wetar, kemudian sejak November 2025 menjabat sebagai General Manager Tambang Emas Pani dengan tanggung jawab mencakup operasional harian, perencanaan, penganggaran, serta penyelarasan strategi jangka panjang.

Sebelum bergabung dengan perseroan, Barend menempati berbagai posisi senior di perusahaan tambang multinasional. Ia pernah menjabat sebagai Deputy General Manager sekaligus Head of Processing di K92 Mining Limited yang beroperasi di Papua Nugini.

Selain itu, ia juga berpengalaman sebagai Process Manager di Novo Resources Corp di Kanada serta Mill Manager di Minjar Gold Pty Ltd. Ia memiliki latar belakang pendidikan di bidang metalurgi dari Technicon Witwatersrand yang kini dikenal sebagai University of Johannesburg, Afrika Selatan, dengan gelar National Diploma dan National Higher Diploma di bidang Ekstraksi Metalurgi.

Profil Suryadinata Tanu

Suryadinata Tanu (43 tahun) merupakan kandidat Direktur yang memiliki keahlian kuat di bidang keuangan, akuntansi, dan perpajakan. Ia telah bergabung dengan grup MCG sejak November 2017 dan menjabat sebagai General Manager of Finance, Accounting, and Tax, dengan peran penting dalam mengelola keuangan serta memastikan tata kelola perusahaan berjalan optimal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum bergabung dengan perseroan, Suryadinata berkarier sebagai Senior Manager di PricewaterhouseCoopers selama lebih dari satu dekade, yang memberinya pengalaman luas dalam pengelolaan keuangan dan audit, termasuk di sektor sumber daya.

Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tarumanagara dan memiliki berbagai sertifikasi profesional, antara lain Certified Public Accountant dari Institut Akuntan Publik Indonesia, Chartered Accountant dari Ikatan Akuntan Indonesia, serta sertifikasi profesi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Ia juga menyandang gelar Akuntan dari Universitas Indonesia.