Mengenal Fitur FCM di Mitsubishi Xforce yang Bikin Tenang Nyetir
Mitsubishi Xforce merupakan SUV lima penumpang yang memiliki karakter unik. Tidak hanya mengandalkan tampilan stylish dan robust.
Namun kendaraan ini juga dibekali dengan fitur keselamatan nan mumpuni. Sehingga bisa memberikan ketenangan selama perjalanan.
Mobil yang diluncurkan pada ajang GIIAS 2023, tidak hanya dipasarkan untuk pasar dalam negeri. Namun juga dinikmati negara-negara ASEAN, Asia Selatan, Amerika Latin, Timur Tengah hingga Afrika.
“Kami telah mencurahkan hati dan jiwa kami ke dalam pengembangan Xforce. Untuk menghadirkan kegembiraan berkendara sehari-hari bagi pelanggan kami,” ucap Takao Kato, President and Chief Executive Officer Mitsubishi Motors saat peluncuran.

Standar keamanan Mitsubishi Xforce tidak bisa dianggap remeh. Pada varian Ultimate DS, sudah dibekali dengan 6 airbags, mono camera, sensor radar depan maupun belakan dan ultrasonic parking sensor.
Kemudian masih adalagi teknologi yang dinamakan Diamond Sense. Terdiri dari berbagai fitur keselamatan aktif seperti Adaptive Cruise Control (ACC) with low speed follow, Automatic High Beam (AHB) hingga Forward Collision Mitigation (FCM).
Lalu masih adalagi fitur Lead Car Departure Notification System (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Auto Headlight, Auto Rain Sensor dan juga Rear Camera.
Selain itu disematkan pula 4 mode berkendara (Normal, Wet, Gravel serta Mud) hingga Active Yaw Control (AYC) masih dipertahankan.
Keamanan berkendara menjadi prioritas, terutama bagi pengendara di perkotaan yang kerap mendapati lalu lintas padat serta dinamis.
Salah satu fitur yang menjadi sorotan yakni FCM (Forward Collision Mitigation). Berguna untuk mengurangi risiko tabrakan depan dari kendaraan.
Fitur keselamatan aktif ini dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan. Adapun caranya adalah memberikan peringatan dini pada para pengemudi.
Bahkan ketika sopir tidak memberikan respon, sistem akan secara otomatis melakukan pengereman.
Sehingga mampu mengurangi dampak atau bahkan mencegah terjadinya tabrakan. Fitur ini bisa berdiri sendiri maupun bagian dari rangkaian teknologi keselamatan lain di Diamond Sense.
Secara sederhana, FCM bekerja mengandalkan sensor radar dan kamera di bagian depan mobil.
Fitur akan mendeteksi objek di depan secara aktif memantau kondisi jalan. FCM akan mulai bereaksi ketika terdapat jarak terlalu dekat juga dinilai berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Pengereman otomatis dapat dilakukan jika pengemudi tidak segera merespon. Sehingga paling tidak membantu mengurangi tingkat keparahan benturan.
FCM secara umum bekerja di kecepatan rendah hingga menengah. Sistem bisa saja kurang akurat ketika hujan deras, kabut tebal hingga kamera tertutup kotoran.
Pengemudi tetap wajib menjaga jarak dan fokus dalam berkendara.