Mitsubishi Eclipse Bangkit Lagi
Bagi pecinta mobil era 1990-an hingga awal 2000-an, nama Mitsubishi Eclipse punya tempat tersendiri. Model coupe sport tersebut pernah menjadi salah satu ikon performa Jepang dan semakin populer setelah muncul dalam berbagai film dan video game balap.
Namun setelah lama menghilang dari pasar global, Mitsubishi kembali menghidupkan nama Eclipse dengan arah yang sangat berbeda. Jika dulu dikenal sebagai mobil sport dua pintu, kini Eclipse justru hadir sebagai SUV listrik.
Mitsubishi baru saja mengumumkan kehadiran Eclipse Sportback terbaru untuk pasar Amerika Serikat dan Kanada. Model tersebut dijadwalkan mulai dipasarkan pada paruh kedua tahun 2026 sebagai kendaraan listrik murni atau battery electric vehicle (BEV).
Langkah ini menandai babak baru bagi salah satu nama paling terkenal dalam sejarah Mitsubishi. Perubahan tersebut juga mencerminkan transformasi industri otomotif global yang kini bergerak menuju elektrifikasi.
Menariknya, Eclipse Sportback tidak dikembangkan sepenuhnya oleh Mitsubishi. Mobil ini merupakan hasil kerja sama dengan Nissan melalui skema OEM yang sudah lama dijalankan kedua perusahaan dalam aliansi mereka.
Meski berbagi basis dengan produk Nissan, Mitsubishi tetap memberikan sentuhan khas pada desain eksterior. Perubahan dilakukan pada bagian bumper depan dan belakang, grille, lampu utama, lampu belakang, pintu bagasi, hingga desain pelek untuk menghadirkan identitas yang berbeda.
Mitsubishi Eclipse 2026
Dari sisi konsep, Eclipse Sportback dirancang sebagai SUV kompak yang mengutamakan efisiensi energi sekaligus kepraktisan penggunaan sehari-hari. Segmen tersebut saat ini menjadi salah satu yang paling berkembang di Amerika Utara, terutama seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik.
Keputusan Mitsubishi mempertahankan nama Eclipse juga menarik perhatian. Sebab, nama tersebut selama puluhan tahun identik dengan mobil sport yang menawarkan performa dan desain agresif.
Generasi pertama Eclipse diperkenalkan pada akhir 1980-an dan terus berkembang hingga empat generasi. Mobil ini dikenal luas karena mesin bertenaga, pilihan penggerak empat roda pada beberapa varian, serta potensinya untuk dimodifikasi.
Kini, filosofi yang dibawa memang berbeda. Fokus utamanya bukan lagi kecepatan atau performa di lintasan, melainkan efisiensi, teknologi, dan mobilitas ramah lingkungan.
Meski begitu, penggunaan nama Eclipse menunjukkan bahwa Mitsubishi masih melihat nilai historis yang kuat dari model tersebut. Di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin ketat, nama yang sudah dikenal publik bisa menjadi modal penting untuk menarik perhatian konsumen.
Hadirnya Eclipse Sportback sekaligus memperlihatkan strategi baru Mitsubishi dalam memperluas jajaran kendaraan listrik tanpa harus mengembangkan seluruh produk dari nol. Dengan memanfaatkan kolaborasi bersama Nissan, pabrikan berlogo tiga berlian itu berupaya mempercepat kehadirannya di segmen EV yang terus berkembang.