Meteor hingga Robot, Ini Barang Paling Aneh yang Tertinggal di Pesawat

Berbagai barang tak biasa yang ditemukan di koper penumpang yang tidak pernah diambil setelah penerbangan, mulai dari meteor, robot, hingga pedang samurai.
Temuan barang aneh ini terungkap dalam laporan tahunan perusahaan pengelola bagasi tak bertuan di Amerika Serikat.
Dilansir dari New York Post, laporan Unclaimed Baggage 2025 Found Report mengungkap daftar barang paling aneh yang ditemukan di bagasi penumpang yang tidak pernah diklaim oleh pemiliknya.
Setiap tahun, maskapai berupaya untuk mengembalikan koper yang hilang kepada pemiliknya.
Namun jika setelah proses pencarian sekitar 90 hari bagasi tetap tidak dapat dikembalikan, koper tersebut dinyatakan sebagai bagasi tak bertuan dan kemudian diperiksa oleh perusahaan pengelola barang temuan.
Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan berbagai barang yang tidak biasa dibawa saat perjalanan udara.
Beberapa barang paling aneh yang ditemukan dalam laporan 2025 antara lain:
- Robot yang sudah dirakit sepenuhnya dengan komponen motor dan kabel elektronik.
- Lutut bionik atau prostetik canggih yang biasanya digunakan untuk membantu mobilitas.
- Batu meteor, yakni batuan yang berasal dari luar angkasa.
- Sepasang pedang samurai.
- Pakaian pelindung peternak lebah (beekeeping suit).
- Tongkat api (fire poi) yang biasa digunakan dalam pertunjukan tari api.
- Batangan emas murni satu ons dari Australia.
- Alat musik tradisional Australia, didgeridoo.
Selain barang aneh, sejumlah barang bernilai tinggi juga ditemukan dalam koper yang tidak diambil pemiliknya.
Laporan tersebut mencatat adanya anting berlian senilai 43.400 dollar AS atau sekitar Rp 672,700 juta, jam tangan Rolex sekitar 35.000 dollar AS atau setara dengan Rp 542.500.000 juta, serta tas Chanel senilai lebih dari 10.000 dollar AS setara dengan Rp 155.000.000.
Menurut laporan itu, fenomena bagasi yang tidak diklaim sebenarnya sangat jarang terjadi.
Sekitar 99,9 persen bagasi yang terdaftar berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara hanya sebagian kecil yang akhirnya berakhir sebagai bagasi tak bertuan.
Barang-barang dari koper yang tidak diambil tersebut kemudian dijual kembali, didaur ulang, atau disumbangkan setelah proses identifikasi selesai.
Laporan ini juga memberi gambaran unik tentang kebiasaan penumpang saat bepergian—mulai dari barang sehari-hari hingga koleksi langka yang tak disangka ikut masuk ke dalam koper perjalanan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang