Agustiar Sabran Resmi Jadi Ketum Percasi 2026–2030, Era Baru Digitalisasi Catur Dimulai

Percasi, Utut Adianto, Agustiar Sabran, catur, Agustiar Sabran Resmi Jadi Ketum Percasi 2026–2030, Era Baru Digitalisasi Catur Dimulai

Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) resmi menetapkan Agustiar Sabran sebagai Ketua Umum PB Percasi periode 2026–2030.

Keputusan tersebut diambil secara aklamasi dalam Rapat Paripurna Musyawarah Nasional (Munas) XXX Percasi yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Penetapan ini sekaligus menandai berakhirnya kepemimpinan Utut Adianto yang telah menjabat selama dua periode sejak 2018 hingga 2026.

Dari total 37 Pengurus Provinsi, sebanyak 34 hadir dalam Munas, dengan 33 suara mendukung Agustiar Sabran dan satu abstain.

Regenerasi dan Arah Baru Percasi

Dalam sambutannya, Utut Adianto menegaskan bahwa pemilihan ketua umum baru merupakan bagian dari regenerasi organisasi.

“Ini bagian dari regenerasi dan konsep ke depan adalah kita menyongsong dengan konsep digitalisasi dan juga makin banyak catur di sekolah-sekolah,” ujar Utut.

Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan melalui pelatihan nasional (Pelatnas) yang tidak terputus.

Percasi, Utut Adianto, Agustiar Sabran, catur, Agustiar Sabran Resmi Jadi Ketum Percasi 2026–2030, Era Baru Digitalisasi Catur Dimulai

Ketua Umum PB Percasi periode 2025-2040 Agustiar Sabran mengibarkan bendera bersama pendahulunya, Utut Adianto, usai Rapat Paripurna Musyawarah Nasional (Munas) XXX Percasi yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menyampaikan tiga kriteria utama bagi pemimpin federasi olahraga.

“Saya berharap ketua umum itu figur yang senang olahraga tersebut, bukan karena melihat olahraga sebagai loncatan jabatan,” kata Erick.

“Kedua, punya waktu untuk mengurus olahraga tersebut. Ketiga, bagaimana pendanaan itu penting, tidak hanya dari pemerintah tetapi juga sektor swasta,” lanjutnya.

Fokus Digitalisasi dan Pembinaan Pelajar

Agustiar Sabran langsung merespons arah kebijakan yang diharapkan pemerintah dan federasi.

“Digitalisasi olahraga catur tentu akan kita upayakan, karena hal ini penting untuk mengikuti perkembangan zaman,” ujar Agustiar.

Ia menambahkan bahwa digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan jumlah pecatur di Indonesia.

Selain itu, Agustiar menegaskan komitmennya untuk memasyarakatkan catur melalui lingkungan pendidikan.

“Olahraga catur ini banyak sekali manfaatnya, tentu sangat cocok jika diterapkan kepada para pelajar,” ucapnya.

“Saya berencana memasukkan olahraga catur ke dalam ekstrakurikuler di sekolah-sekolah,” tambahnya.

Filosofi Catur dan Pengembangan Karakter

Agustiar juga menyoroti nilai filosofis dalam olahraga catur yang dinilai relevan untuk pengembangan karakter.

Menurutnya, catur mengajarkan pentingnya strategi, kesabaran, serta kemampuan mengambil keputusan.

Ia menekankan bahwa setiap langkah dalam permainan memiliki konsekuensi dan membutuhkan analisis yang matang.

Dengan mengusung semangat “Gens Una Sumus”, Agustiar menegaskan bahwa catur tidak hanya menjadi olahraga prestasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter generasi muda Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang