Menerapkan Strategi Bisnis berbasis Riset

Armada TRAVL.
Armada TRAVL.

Bandung, Jawa Barat, dipilih sebagai rute utama karena memiliki mobilitas tinggi dan potensi pasar besar. Rencana pembangunan tol baru juga membuka peluang pertumbuhan bisnis shuttle.

GULIR UNTUK LANJUT BACA

TRAVL, unit bisnis travel milik PT Maya Gapura Intan (MGI) melakukan riset. Hasilnya, shuttle dinilai lebih diminati dibandingkan Kereta Cepat Whoosh, karena faktor harga, kenyamanan, serta kemudahan akses, mengingat tidak semua wilayah mudah menjangkau stasiun keberangkatan.

Kendati demikian, membangun bisnis shuttle di Bandung bukan perkara mudah. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Bandung, terdapat sekitar 23 perusahaan shuttle yang telah beroperasi, sehingga persaingan menjadi sangat ketat.

Meski begitu, potensi pasar di Jawa Barat, khususnya Bandung, masih sangat besar mengingat tingginya mobilitas masyarakat untuk bekerja, kuliah, berwisata, dan berbagai keperluan antarkota lainnya.

Namun, Business Development Manager TRAVL, Fillipus Christian, menerapkan strategi yang tidak biasa. Tak tanggung-tanggung, TRAVL menargetkan mengoperasikan 100 unit armada dengan 60 ribu penumpang hingga akhir 2026. Mengapa TRAVL begitu percaya diri?

"Karena kami menerapkan strategi berbasis riset. Salah satunya melalui focus group discussion (FGD) terhadap pengguna rute Jakarta–Bandung dalam tiga bulan terakhir," kata dia.

Hasil riset menunjukkan kelompok usia 20–30 tahun, yang didominasi mahasiswa dan pekerja baru (fresh graduate), sangat sensitif terhadap harga, dengan kisaran ideal Rp100 ribu–Rp125 ribu.

Sementara kelompok usia 31–40 tahun juga sensitif terhadap harga, namun dengan alasan berbeda, yakni karena intensitas perjalanan yang tinggi (heavy user) dengan frekuensi bolak-balik Bandung–Jakarta 2 hingga 4 kali per bulan, sehingga harga ideal berada di kisaran Rp170 ribu–Rp190 ribu.

Nah, kelompok usia 31–40 tahun ini menjadi pasar utama TRAVL. Selain harga, TRAVL juga menekankan kemudahan akses, kenyamanan, dan keamanan sebagai faktor utama layanan.

“Kalau di shuttle akses jadi nomor satu. Dari sisi pemasaran, kami memanfaatkan riset terhadap 200 responden yang menunjukkan bahwa pemesanan tiket masih didominasi oleh online travel agent (OTA), agen perjalanan, dan walk-in," ungkap Filipus.

TRAVL mulai melayani rute Jakarta–Bandung pulang pergi sejak 22 Desember 2025. Saat ini, mereka memiliki 33 unit shuttle premium, dengan 24 unit di antaranya aktif beroperasi, serta melayani sekitar 3.900 penumpang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Waktu tempuh perjalanan Jakarta–Bandung diperkirakan sekitar tiga jam. Waktu operasional shuttle dimulai dari pukul 04.00 WIB sampai 21.00 WIB, dengan waktu keberangkatan setiap satu jam sekali. Saat ini, rata-rata setiap unit shuttle TRAVL melayani dua hingga tiga penumpang di setiap perjalanannya.

Ke depannya, TRAVL berencana menambah layanan pengiriman barang, paket perjalanan, serta memperluas rute di wilayah Jawa Barat. Dalam tiga hingga empat tahun mendatang, perusahaan juga menargetkan pembukaan rute menuju Jawa Tengah.