Saat Harga Memori Naik, Vendor China Ini Malah Jual RAM Murah Meriah

CXMT, Saat Harga Memori Naik, Vendor China Ini Malah Jual RAM Murah Meriah

 Krisis memori global yang terjadi sejak tahun lalu membuat Random Access Memory (RAM) menjadi langka dan harganya naik drastis. Namun, di tengah kondisi ini, ada pabrikan memori asal China yang jual RAM dengan harga sangat murah.

Vendor China yang melawan kondisi pasar memori global itu adalah ChangXin Memory Technologies (CXMT). CXMT diketahui menawarkan RAM dengan harga lebih murah, bisa sampai setengah dari rata-rata harga pasar global.

Jual RAM murah, setengah harga dari pasar global

Berdasarkan pantauan pasar terkini, CXMT menjual modul DDR4 ECC 32 GB dengan harga sekitar 138 dollar AS (sekitar Rp 2,1 juta). Harga ini sekitar setengah dari harga pasar global untuk modul serupa yang masih berkisar antara 300 dollar AS – 400 dollar AS atau lebih.

Meski semakin kompetitif di sisi harga, CXMT masih menghadapi tantangan besar pada tingkat teknologi dan pangsa pasar global.

Produk DRAM buatan CXMT masih kalah bersaing dengan produk buatan Samsung, SK Hynix, dan Micron, terutama dalam hal konsumsi daya dan bentuk fisik.

Hanya untuk pasar domestik China

Harga murah yang ditawarkan oleh CXMT saat ini tercatat pada pasar domestik China saja, dan belum sepenuhnya mencerminkan tren penurunan harga di pasar internasional.

Beberapa analis memperingatkan bahwa pasar memori global kemungkinan akan tetap terfragmentasi antara harga domestik China dan harga di pasar luar negeri karena perbedaan permintaan, kebijakan industri, dan hambatan regulasi.

ChangXin Memory Technologies sendiri merupakan pemain DRAM yang tumbuh pesat di China sejak produksi massal dimulai.

Menurut catatan analisis industri, pangsa pasar DRAM global CXMT pada 2025 telah mencapai sekitar 4 persen - 5 persen setelah beberapa tahun ekspansi kapasitas produksi.

Perusahaan ini juga tengah mempersiapkan ekspansi teknologi dan fasilitas untuk memproduksi generasi berikutnya dari memori, termasuk High-Bandwidth Memory (HBM) untuk server dan kecerdasan buatan.

Dilansir Reuters, analis di Citi memperkirakan meski CXMT akan menggandakan produksi DDR5-nya pda tahun depan, namun hambatannya adalah pembatasan teknologi yang dilakukan AS terhadap China, yang telah memotong akses ke peralatan dan alat-alat canggih produksi memori.

AS juga mempertimbangkan untuk memasukkan CXMT ke dalam daftar “Entity List” yang lebih ketat, yang akan memberlakukan pembatasan yang lebih berat, seperti dilaporkan Reuters pada Mei.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang