Huta Simarmata, Permukiman Adat di Samosir yang Dinilai Layak Jadi Cagar Budaya Nasional

Kawasan permukiman adat Huta Simarmata di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara (Sumut), dinilai Menteri Kebudayaan Fadli Zon layak diusulkan sebagai cagar budaya tingkat nasional.
Dia mengatakan, saat ini Huta Simarmata telah ditetapkan sebagai cagar budaya kabupaten. Namun pihaknya melihat kawasan adat ini ke depannya sangat layak untuk diusulkan sebagai cagar budaya tingkat nasional.
"Proses pengusulannya akan segera kami dorong bersama pemerintah daerah," ujar Fadli dalam keterangan resmi pada Minggu (8/2/2026), dilansir dari Antara.
Telah Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Kabupaten Sejak 2021
Permukiman adat Huta Simarmata yang berada di Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, telah berstatus cagar budaya tingkat kabupaten. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Samosir Nomor 9 Tahun 2021.
Sebagai kawasan adat Batak Toba, Huta Simarmata masih menjaga keutuhan tata ruang tradisional beserta berbagai unsur budaya yang menyertainya.
Elemen tersebut meliputi parik atau pagar kampung, huta, rumah adat (sopo), lesung batu, hingga sarkofagus batu.
Memiliki Sarkofagus Batu Berusia Ratusan Tahun
Salah satu kekhasan Huta Simarmata adalah keberadaan sarkofagus batu berukuran besar yang dihiasi pahatan figur manusia dalam posisi jongkok dengan ekspresi wajah khas.
Ornamen tersebut merefleksikan sistem kepercayaan dan tradisi masyarakat Batak pada masa lampau.
“Di sini kita melihat sarkofagus berusia ratusan tahun dengan ukuran yang sangat besar, sesuatu yang jarang ditemukan. Ini menunjukkan betapa pentingnya kawasan ini dalam sejarah dan kebudayaan Batak,” terang Fadli.
Rumah Adat Berusia Ratusan Tahun Masih Terawat
Selain sarkofagus, Fadli juga menyoroti kondisi rumah-rumah adat kuno di Huta Simarmata yang dinilai masih terjaga dengan baik.
Bangunan tersebut dibangun menggunakan teknik konstruksi tradisional tanpa paku.
“Di kampung ini masih terdapat sekitar sepuluh rumah adat, bahkan ada yang berusia lebih dari 300 tahun. Teknik pembangunannya menunjukkan pengetahuan arsitektur tradisional yang sangat maju dan patut dilestarikan,” jelasnya.
Memiliki Lesung Batu
Kawasan Huta Simarmata juga dilengkapi dengan lesung batu yang dahulu digunakan untuk menumbuk padi.
Keberadaan lesung tersebut menjadi bukti kuat tradisi agraris serta sistem kehidupan komunal yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat.
Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya Edukatif
Menurut Fadli, Huta Simarmata memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi budaya yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman belajar sejarah dan adat istiadat Batak secara langsung.
“Datang ke sini bukan hanya menikmati pemandangan yang indah, tetapi juga belajar sejarah, adat, dan cara hidup masyarakat Batak. Ini kekayaan budaya yang harus terus kita jaga,” tukasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang