Top 6+ Gaya Wulan Guritno di NTT, Elegan dengan Kain Songke

Wulan Guritno kembali mencuri perhatian lewat pilihan gaya berbusananya saat berada di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tak sekadar tampil modis, Wulan menghadirkan narasi yang lebih dalam: tentang budaya, ruang, dan identitas lokal yang berpadu dengan sentuhan mode kontemporer.
"Menganakan kain Songke dari Manggarai NTT ,di kombinasikan dengan Mara fringe blouse koleksi #tanahumbatanajiwa," tulisnya di Instagram, dikutip Sabtu (7/2/2026).
Berlatar Kampung Adat Ruteng Pu’u hingga kawasan Labuan Bajo, gaya Wulan memperlihatkan bagaimana busana dapat menjadi medium penghormatan terhadap tradisi, tanpa kehilangan relevansi modern.
Berikut tujuh gaya Wulan Guritno di NTT yang tampil elegan dengan kain Songke dan nuansa resort wear.
1. Kain songke sebagai pusat tampilan
Wulan Guritno tampil elegan di NTT dengan kain Songke khas Manggarai, memadukan busana tradisional dan sentuhan mode modern.
Di depan rumah gendang Kampung Adat Ruteng Pu’u, Wulan memilih kain Songke khas Manggarai sebagai elemen utama.
Kain tradisional bermotif geometris ini dikenakan dengan penataan sederhana, namun tetap memberi kesan kuat dan berwibawa.
Songke tampil bukan sebagai pelengkap, melainkan pusat dari keseluruhan gaya.
2. Palet hitam dan cokelat yang membumi
Nuansa hitam dan cokelat mendominasi tampilan Wulan di kawasan adat.
warna ini berpadu harmonis dengan tekstur kayu rumah gendang serta lanskap alam sekitar.
Pilihan palet yang tenang tersebut membuat tampilan terasa menyatu dengan ruang, bukan menonjol berlebihan.
3. Paduan kain tradisional dan blus modern
Wulan Guritno tampil elegan di NTT dengan kain Songke khas Manggarai, memadukan busana tradisional dan sentuhan mode modern.
Wulan memadukan kain Songke dengan Mara fringe blouse dari koleksi Tanah Umbatan Jiwa milik Ghea Resort.
Potongan blus modern dengan detail fringe memberi kontras halus pada kain tradisional, menciptakan dialog antara warisan budaya dan desain kontemporer.
4. Siluet sederhana, kesan berkelas
Wulan Guritno tampil elegan di NTT dengan kain Songke khas Manggarai, memadukan busana tradisional dan sentuhan mode modern.
Alih-alih memilih potongan busana yang rumit, Wulan tampil dengan siluet bersih dan jatuh alami.
Pilihan ini membuat kain Songke dan detail busana berbicara dengan sendirinya, sekaligus menjaga kesan elegan yang tidak berlebihan.
5. Nuansa pink dan kuning di Labuan Bajo
Wulan Guritno tampil elegan di NTT dengan kain Songke khas Manggarai, memadukan busana tradisional dan sentuhan mode modern.
Berpindah ke Labuan Bajo, Wulan menampilkan sisi berbeda lewat balutan busana bernuansa pink dan kuning dari Sejauh Mata Memandang.
Warna cerah ini memberi kontras segar dengan latar laut dan langit, menghadirkan kesan sanctuary, tenang, hangat, dan intim dengan alam.
6. Resort Wear yang tetap berakar
Wulan Guritno tampil elegan di NTT dengan kain Songke khas Manggarai, memadukan busana tradisional dan sentuhan mode modern.
Meski tampil lebih ringan dan feminin di Plataran Komodo, gaya Wulan tetap konsisten dalam satu benang merah: busana yang menghormati tempat.
Resort wear yang dikenakan tidak terasa terlepas dari konteks lokal, melainkan menjadi perpanjangan dari pengalaman ruang dan perjalanan.
Lewat tujuh gaya ini, Wulan Guritno menunjukkan bahwa fashion bukan sekadar soal estetika, melainkan juga cara bercerita.
Dengan memadukan kain Songke, desainer lokal, dan pemilihan lokasi yang bermakna, Wulan menghadirkan gaya elegan yang berakar pada budaya, sekaligus relevan dengan bahasa mode masa kini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang