Paspor atau Kartu Identitas Dijual seharga Rp252 Ribu

Gmail/email
Gmail/email

Sebanyak 9,5 persen lainnya menargetkan data pribadi seperti nama, alamat, dan tanggal lahir, sementara 2 persen fokus pada detail kartu perbankan.

Riset Kaspersky menunjukkan bahwa sebagian besar halaman phishing mengirimkan informasi curian melalui email, bot Telegram, atau panel yang dikendalikan penyerang, sebelum masuk ke saluran penjualan Kembali secara ilegal.

Data yang dicuri melalui phishing jarang hanya digunakan sekali: kredensial dari berbagai kampanye dikonsolidasikan menjadi kumpulan data dan dijual di pasar dark web, dalam beberapa kasus dipatok harga terendah US$50.

Pembeli menyortir dan memverifikasi data untuk memeriksa apakah akun tetap aktif dan dapat digunakan kembali di berbagai layanan.

Dokumen pribadi seperti paspor atau kartu identitas dijual dengan harga rata-rata Rp252 ribu (US$15), tergantung oleh usia akun, saldo, metode pembayaran yang terhubung, dan pengaturan keamanan. Untuk mengurangi risiko yang terkait dengan phishing, pengguna harus mengikuti beberapa rekomendasi keamanan:

● Jangan percayai tautan atau lampiran yang diterima melalui email atau pesan. Selalu periksa pengirim dengan cermat sebelum membuka apa pun.

● Periksa kembali situs web sebelum memasukkan informasi pribadi atau keuangan apa pun. Pastikan URL-nya benar dan perhatikan kesalahan ejaan atau ketidaksesuaian visual.

● Meskipun tindakan pencegahan telah dilakukan, tinjau laporan perbankan dan kartu secara teratur dan laporkan transaksi mencurigakan apa pun ke lembaga keuangan Anda segera.

● Jika kredensial akun dicuri, ubah kata sandi untuk akun yang terpengaruh dan untuk layanan lain di mana kata sandi yang sama atau serupa digunakan. Gunakan kata sandi unik untuk setiap akun.

● Aktifkan otentikasi multi-faktor untuk semua akun yang mendukungnya.

● Periksa riwayat login akun dan sesi aktif secara teratur dan hentikan aktivitas mencurigakan apa pun.

● Jika akun pesan atau media sosial Anda diretas, beri tahu kontak Anda bahwa pesan palsu mungkin dikirim atas nama Anda.