Apresiasi PB Djarum di Tengah Proses Pemulihan Rehan Naufal Kusharjanto

Rehan Naufal Kusharjanto, Gloria Emanuelle Widjaja, Apresiasi PB Djarum di Tengah Proses Pemulihan Rehan Naufal Kusharjanto

Pebulu tangkis Indonesia, Rehan Naufal Kusharjanto, berharap bisa segera kembali berkompetisi dan tampil di Indonesia Open 2026 pasca menjalani operasi ACL (Anterior Cruciate Ligament) Agustus tahun lalu.

Rehan Naufal Kusharjanto mengalami cedera ACL saat menjalani perempat final Macau Open 2025 Agustus lalu.

Pebulu tangkis berusia 25 tahun itu terjatuh saat mendarat setelah melakukan jumping smash ketika melawan sesama wakil Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Kondisi tersebut memaksa Rehan dan pasangannya, Gloria Emanuelle Widjaja, memutuskan untuk mundur saat kedudukan 1-7 pada gim kedua.

Cedera ini mengharuskan Rehan naik meja operasi untuk menyembuhkan sakitnya.

Hanya berjarak sekitar 10 hari setelah mengalami cedera, dia menjalani operasi artroskopi rekonstruksi ACL dan repair meniscus lutut kiri di Jakarta.

Kini, setelah berjalan lima bulan, Rehan mengatakan proses pemulihannya masih sesuai jadwal.

"Untuk sekarang ya Alhamdulillah perkembangannya masih on the track. Ini sudah lima bulan, pokoknya kita tetap pantau terus setiap dua minggu ada peningkatan terus. Kalau dihitung secara persenan sih sudah sekitar 75-80 persen ini," ujar Rehan ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Bahkan, dia sudah memulai latihan ringan untuk mengembalikan lagi sentuhannya di lapangan.

Kendati demikian, dia masih belum bisa melakukan gerakan penuh selayaknya atlet normal. Saat ini, dia masih belum diizinkan untuk melakukan gerakan loncat lantaran kondisi lututnya belum memungkinkan.

"Sudah mulai latihan, bahkan kemarin juga saya udah bisa baseline juga. Saya juga sempat bantu tiga lawan tiga, sempat ada dua lawan dua juga. Tapi ya lawannya yang kecil-kecil, setidaknya itu untuk mengurangi trauma saja. Biar saya ke depannya lebih gak trauma," ucap Rehan.

"Makanya, nanti tinggal bertemu dokter lagi pada 4 Februari. Kita tunggu jawaban dokter bagaimana, kalau misalnya dicek sudah aman, baru boleh loncat," tutur dia.

Menyoal target comeback, Rehan mengaku saat ini hanya fokus untuk memulihkan kondisinya dulu hingga sembuh total.

Dia tak ingin terburu-buru karena dikhawatirkan cederanya kambuh lagi di masa depan.

"Soalnya kalau ototnya belum kuat ditakutkan nanti amit-amitnya kena lagi. Makanya dokter bilang kita sabar, Alhamdulillah sekarang kita tetap on the track, terus membaik setiap minggunya, setiap bulannya itu membaik terus," kata Rehan.

"Semoga saja nanti di bulan keenam (sejak operasi) itu dokter sudah bilang oke, Maret sudah bisa latihan full."

"Untuk itu (comeback) pasti ingin secepatnya. Inginnya sih kalau sudah latihan, saya mau minta pertandingan Sirnas dulu sih. Maksudnya untuk mengembalikan hawa pertandingan," ucap dia.

Harapannya, setelah dipastikan pulih, pebulu tangkis peringkat 15 dunia bersama Gloria Emanuelle Widjaja itu bisa tampil di Indonesia Open 2026 yang dijadwalkan bergulir pada 2-7 Juni 2026.

Sebelumnya, Rehan harus melewatkan Indonesia Masters 2026 pada awal tahun ini lantaran masih menjalani pemulihan.

Imbasnya, Gloria pun memutuskan untuk berpisah dengannya untuk sementara waktu dan berpasangan dengan pebulu tangkis Singapura, Terry Hee Yong Kai, di turnamen tersebut.

"Harapannya pasti begitu. Pelatih juga maunya Indonesia Open jadi comeback. Tapi, kembali lagi, bagaimana keputusan dokter," tutur Rehan.

"Kalau kondisinya sudah oke, bisa lebih cepat lebih baik. Tapi, tetap saya tak mau terburu-buru," jelasnya.

Tetap Dapat Apresiasi

Rehan Naufal Kusharjanto, Gloria Emanuelle Widjaja, Apresiasi PB Djarum di Tengah Proses Pemulihan Rehan Naufal Kusharjanto

Apresiasi PB Djarum kepada atlet berprestasi sepanjang 2025

Meski di tengah kondisi cedera, Rehan menjadi salah satu atlet yang mendapatkan apresiasi dari PB Djarum berupa bonus berkat pretasinya di pentas nasional maupun internasional sepanjang 2025.

Bonus tersebut diberikan dalam sebuah acara pemberian apresiasi yang dilakukan di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

atlet berprestasi yang mendapat apresiasi di antaranya juara Kejurnas PBSI 2025 Tunggal Putri, Ganda Putri, Ganda Campuran, Atlet Peringkat 15 dan 39 BWF per 31 Desember 2025.

Apresiasi juga diberikan kepada 47 atlet berprestasi 2025 U-17 dan U-19, serta Atlet Muda PB Djarum Berprestasi Terbaik 2025 Salsabila Zahra Aulia. 

Salsa sukses merebut juara ganda untuk nomor ganda putri dan ganda campuran. Total bonus yang diberikan PB Djarum kepada seluruh atletnya mencapai Rp512.700.000.

Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, menilai bahwa prestasi gemilang para atlet muda menjadi bukti nyata dari keberhasilan regenerasi di klub.

"Melihat keberanian dan performa atlet muda di lapangan, saya semakin percaya diri dengan jalur pembinaan yang kami jalankan. Mereka tidak hanya siap menghadapi kompetisi domestik, tapi juga punya kapasitas untuk bersaing di level dunia," ujar Fung.

"Semua ini adalah hasil dari latihan disiplin, evaluasi rutin, dan keberanian mereka untuk lompat usia saat kompetisi. Kami akan terus mengasah pondasi ini agar PB Djarum tetap melahirkan juara-juara yang siap bersinar di panggung dunia."

"Setelah pada tahun lalu PB Djarum berhasil menjadi Juara Kejurnas PBSI 2024 beregu maupun perorangan, di tahun ini kami kembali mencatatkan prestasi cukup membanggakan di perorangan. Salsabila Zahra Aulia merupakan atlet dari klub mitra kami, Istimewa Badminton Club (IBC) Yogyakarta yang terus menunjukkan grafik positif di sektor ganda, baik putri maupun campuran," lanjutnya.

Sementara itu, Salsa mengaku masih tidak menyangka bisa mendapatkan penghargaan dari PB Djarum.

Baginya, apresiasi ini menjadi pelecut semangatnya dalam menatap kompetisi di tahun ini di mana terdekat dia akan bertanding di Seleksi Nasional Pelatnas PBSI 2026 yang akan dimulai pada bulan depan.

"Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka mendapatkan penghargaan serta terpilih sebagai atlet terbaik berprestasi 2025," kata Salsa.

"Penghargaan ini menjadi penyemangat buat saya untuk terus berkembang dan tidak cepat puas dengan hasil yang sudah dicapai. Kunci kemenangan ada di kerja keras dan latihan."

"Terima kasih untuk jajaran pelatih di klub lama saya IBC Yogyakarta serta keluarga yang selalu mendukung sampai saat ini. Ke depannya saya ingin terus meningkatkan performa dan menargetkan prestasi yang lebih tinggi di level internasional," imbuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang