Daya Ungkit KEK Kendal dalam Mendorong Arus Investasi Jawa Tengah dan Kabupaten Kendal Sepanjang 2025

KEK Kendal
KEK Kendal

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal kembali menegaskan perannya sebagai motor penggerak investasi dan pertumbuhan ekonomi regional sepanjang tahun 2025. Berdasarkan catatan realisasi investasi, Provinsi Jawa Tengah berhasil membukukan nilai investasi kumulatif sebesar Rp 88,50 triliun pada periode Januari hingga Desember 2025. 

Dari capaian tersebut, Kabupaten Kendal tampil sebagai daerah dengan kontribusi terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp 15,86 triliun.

Dominasi Kendal juga tercermin pada kinerja Triwulan IV 2025. Pada periode Oktober hingga Desember, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat sebesar Rp 22,37 triliun. Kabupaten Kendal kembali menempati posisi teratas dengan perolehan investasi sebesar Rp 6,40 triliun. 

Pencapaian ini menjadi indikator kuatnya geliat sektor industri dan manufaktur yang berkembang pesat di wilayah tersebut.

KEK Kendal menjadi salah satu pilar utama yang menopang lonjakan investasi di Kabupaten Kendal. Sepanjang 2025, kawasan ini berhasil mencatat realisasi investasi sebesar Rp 15,69 triliun dengan daya serap tenaga kerja mencapai 19.935 orang. 

Kontribusi tersebut memperkokoh posisi Kendal sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di kawasan pesisir utara.

Hingga akhir tahun 2025, KEK Kendal telah menarik minat 136 perusahaan dari berbagai negara untuk menanamkan modalnya. Ragam sektor industri yang berkembang mencakup manufaktur fashion, otomotif dan energi terbarukan, elektronik, furnitur, makanan dan minuman, hingga alat kesehatan. 

Dari keseluruhan investasi yang masuk, proyeksi total tenaga kerja yang akan terserap diperkirakan mencapai 76.559 orang. Angka tersebut diprediksi terus bertambah seiring ekspansi industri dan masuknya investor baru.

Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum, menegaskan bahwa capaian positif ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kendal dan Jawa Tengah. 

"Pencapaian ini tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, para pemangku kebijakan, pemerintahan daerah, juga pemerintahan pusat. KEK Kendal sebagai pengelola kawasan tentunya terus bertekad untuk menjaga konsistensi dalam menjaga keberlanjutan investasi ke depannya," katanya.

Lebih lanjut, Juliani menyampaikan bahwa KEK Kendal akan terus meningkatkan kualitas layanan investasi, memperkuat infrastruktur kawasan, serta memperluas kerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah. Upaya ini sejalan dengan visi pengembangan Kawasan Industri Kendal yang diharapkan mampu memberikan efek berganda bagi daerah, mulai dari peningkatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga perbaikan kesejahteraan masyarakat. 

Dengan strategi tersebut, KEK Kendal diproyeksikan tetap menjadi salah satu episentrum investasi strategis di Jawa Tengah pada tahun-tahun mendatang.