Tentara Israel Nyolong 250 Ekor Kambing dari Suriah Diselundupkan ke Tepi Barat

VIVA Militer: Brigade 810 Pasukan Pertahanan Israel (IDF)
VIVA Militer: Brigade 810 Pasukan Pertahanan Israel (IDF)

Pasukan Israel dilaporkan mencuri sekitar 250 ekor kambing dari wilayah Suriah dan menyelundupkannya ke Tepi Barat yang diduduki. Informasi tersebut dilaporkan media Israel, seperti dilansir Middle East Eye, Senin, 19 Januari 2026.

Saluran televisi Israel Channel 12, mengutip keterangan kepolisian, menyebutkan insiden itu terjadi sekitar dua minggu lalu. Peristiwa tersebut melibatkan sebuah batalion dari Brigade Golan yang saat itu sedang melakukan operasi militer di wilayah Suriah.

Menurut laporan Channel 12, pasukan yang beroperasi di Dataran Tinggi Golan yang diduduki menemukan kawanan kambing milik petani Suriah. Para tentara kemudian memuat hewan-hewan tersebut ke dalam truk yang diduga telah disiapkan sebelumnya, sebelum membawanya masuk ke wilayah Israel.

Setelah itu, kambing-kambing tersebut dilaporkan dipindahkan ke sejumlah peternakan yang berada di pos-pos ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Militer Israel mengatakan kepada Channel 12 bahwa menyusul insiden tersebut, komandan tim yang terlibat diberhentikan dari tugasnya, komandan kompi menerima teguran, dan seluruh anggota tim diskors untuk jangka waktu tertentu.

Kasus ini terungkap pada pagi hari setelah penyelundupan terjadi, ketika para petani di Dataran Tinggi Golan yang diduduki melihat puluhan kambing berkeliaran di jalanan. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada tentara Israel dan memicu penyelidikan internal.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa sekitar 200 ekor kambing masih berkeliaran tanpa tanda identifikasi dan tanpa vaksinasi di wilayah Israel dan Tepi Barat yang diduduki, sementara sisanya dilaporkan tersebar di wilayah Suriah.

Israel telah menduduki Dataran Tinggi Golan Suriah, yang dianggap melanggar hukum internasional, sejak 1967. Pendudukan tersebut diperluas ke wilayah Suriah selatan setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024.

Pada bulan yang sama, Israel merebut seluruh zona penyangga yang sebelumnya dipatroli oleh Pasukan Pengamat PBB, yang memisahkan pasukan Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan.

Sejak itu, menurut otoritas Suriah, Israel telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara ke wilayah Suriah serta melakukan lebih dari 400 penyusupan darat ke wilayah tersebut.