Apa Beda Chromebook dengan Laptop Biasa? Berikut Penjelasannya
Laptop Chromebook yang berbasis sistem operasi ChromeOS milik Google beberapa waktu belakangan ini ramai jadi pemberitaan.
Namun bukan karena fitur maupun teknologinya, melainkan karena mencuatnya kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Pengadaan ini disebut menyebabkan kerugian negara hingga Rp 1,5 triliun, hingga menyeret nama Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Chromebook sendiri merupakan jenis komputer yang dirancang untuk membantu penggunanya menyelesaikan berbagai hal dengan lebih cepat dan mudah.
Chromebook menjalankan ChromeOS, sistem operasi yang dilengkapi penyimpanan cloud (komputasi awan), fitur-fitur terbaik Google, dan keamanan berlapis.
Ketika ChromeOS pertama kali dirilis, satu-satunya aplikasi yang dapat dijalankan secara lokal di Chromebook adalah browser Chrome.
Namun, kini pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk menjalankan aplikasi, meskipun sebagian besar fokusnya tetap pada peramban.
Selain menggunakan aplikasi web dan ekstensi, pengguna kini juga dapat memasang aplikasi Android di perangkat Chromebook mereka.
Apa beda Chromebook dengan laptop biasa?
Sekilas, Chromebook memiliki bentuk yang serupa dengan laptop pada umumnya. Anda baru akan merasakan perbedaan saat menggunakannya.
Mengutip laman Kompas Tekno (3/8/2021), perbedaan utama Chromebook dan laptop biasa ada di sistem operasi (OS).
Laptop yang beredar di pasaran saat ini umumnya menggunakan sistem operasi Windows, MacOS, atau Linux. Sementara Chromebook, menggunakan sistem operasi ChromeOS buatan Google.
Laptop Chromebook dirancang agar bisa berjalan maksimal untuk berbagai macam aplikasi Google, seperti Google Meet, Gmail, Google Drive Google Suite, dan lainnya.
Ilustrasi laptop Chromebook yang terkait dengan dugaan kasus korupsi yang menyeret eks Mendikbud Ristek 2019-2023.
Chromebook diprioritaskan bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Internet. Sebab, ia mengandalkan ekosistem cloud milik Google.
Menariknya, Chromebook memiliki toko aplikasi Google Play Store. Artinya, laptop Chromebook bisa menginstal berbagai aplikasi Android yang kompatibel.
Hal lain yang membedakan Chromebook dengan laptop pada umumnya adalah kebutuhan koneksi internet. Pada awal perilisan, Chromebook harus selalu terhubung dengan internet.
Namun, Google perlahan memperbaiki kelemahan ini dan beberapa aplikasi mulai bisa digunakan di Chromebook dalam keadaan offline atau tidak terkoneksi internet.
Yang membuat Chromebook perlu terus terkoneksi internet salah satunya karena lebih banyak mengandalkan penyimpanan berbasis cloud, bukan penyimpanan lokal di dalam perangkat.
Sehingga biasanya perangkat laptop Chromebook tidak memiliki kapasitas penyimpanan internal yang atau RAM yang besar.
Chromebook umumnya memiliki spesifikasi yang lebih rendah daripada laptop biasa, karena memang ditujukan untuk pemakaian ringan seperti bekerja, belajar, dan hiburan.
Chromebook kurang maksimal jika digunakan untuk menjalankan pekerjaan berat seperti bermain game atau mengedit video.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul:
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang