Mengenal Usia Kabel Listrik, Kapan Harus Diganti?

Sama seperti peralatan elektronik lain, kabel listrik tidak dirancang untuk digunakan selamanya.
Seiring waktu, material isolasi pada kabel dapat mengalami penurunan kualitas akibat panas, beban arus berlebih, kelembapan, hingga faktor lingkungan lainnya.
Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu korsleting listrik bahkan kebakaran rumah.
Karena itu, penting bagi pemilik rumah memahami usia pakai kabel listrik sekaligus mengenali tanda-tanda kapan instalasi sudah tidak aman dan perlu diganti, meski secara kasatmata masih terlihat baik-baik saja.
Umur kabel listrik
Dilansir dari WP Electricians (7/10/2025), berikut usia kabel listrik berdasarkan panduan teknis dari para pakar listrik:
- Kabel modern dengan isolasi plastik (TPS/NM): dapat bertahan sekitar 40–70 tahun dalam kondisi normal dan pemasangan yang benar.
- Kabel dengan isolasi karet tua (VIR): cenderung lebih cepat menurun, dengan umur sekitar 25–40 tahun.
- Kabel aluminium yang umum di rumah-rumah lama biasanya perlu inspeksi dan kemungkinan penggantian setelah 25–30 tahun karena risiko pemuaian dan sambungan longgar.
Sebuah panduan teknis lain menyebut bahwa secara umum kabel listrik sering dianggap memiliki masa pakai sekitar 25–30 tahun, meskipun dalam kondisi baik beberapa kabel masih berfungsi hingga 50 tahun atau lebih jika tidak mengalami stres lingkungan berat.
Tanda-tanda kabel perlu diganti
Meski usia dapat menjadi panduan awal, kondisi nyata kabel sering lebih penting untuk menentukan penggantian.
Para ahli merekomendasikan penggantian atau pemeriksaan menyeluruh jika ditemukan gejala berikut:
- Isolasi kabel retak, mengeras, atau terkelupas
- Kabel terasa panas saat disentuh
- Percikan listrik atau bunyi mendesis pada kabel
- Ada perubahan warna pada kabel akibat panas
- Sambungan atau konektor kabel terlihat longgar atau aus
Kerusakan semacam ini tidak boleh diabaikan karena dapat memicu percikan api, korsleting, dan kerusakan peralatan listrik lainnya.
Para ahli kelistrikan menyarankan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala setiap 5–10 tahun oleh teknisi bersertifikat.
Pemeriksaan ini menjadi semakin penting pada rumah berusia tua atau bangunan yang sering mengalami gangguan listrik, seperti MCB sering turun, lampu berkedip, atau stop kontak terasa panas.
Proses inspeksi umumnya mencakup kondisi kabel, stop kontak, sakelar, panel listrik, serta sistem pentanahan (grounding).
Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi masalah sejak dini sebelum berkembang menjadi risiko serius.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang