Jadi Penerus Bangsa, Ini Pentingnya Kemampuan Berbahasa Inggris Bagi Wisudawan
Bahasa Inggris kini menjadi bahasa internasional yang digunakan sebagai alat komunikasi utama di berbagai sektor global. Penguasaan bahasa ini membuka akses untuk memperoleh informasi, pengetahuan, dan pengalaman lintas negara.
Dalam dunia akademik, mayoritas literatur ilmiah, jurnal riset, hingga kurikulum pendidikan tinggi menggunakan Bahasa Inggris sebagai standar rujukan. Selain itu, perkembangan teknologi dan transformasi digital turut mendorong semakin masifnya penggunaan Bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari, khususnya pada platform digital dan dunia profesional.
Dengan kemampuan berbahasa Inggris yang baik, generasi muda dapat memperluas jaringan kolaborasi, memahami perkembangan global secara cepat, serta memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan dunia internasional.
Bagi lulusan perguruan tinggi, penguasaan Bahasa Inggris merupakan kebutuhan yang tak terhindarkan. Persaingan industri yang semakin ketat membuat perusahaan mencari talenta yang mampu berkomunikasi efektif dengan mitra bisnis asing dan memahami dinamika pasar global.
Banyak peluang kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri, menuntut kemampuan bahasa asing sebagai syarat utama. Bahasa Inggris juga menjadi jembatan untuk mengakses peluang beasiswa, program pelatihan internasional, hingga pengembangan karier dalam perusahaan multinasional.
Dengan semakin luasnya kesempatan kerja yang berskala internasional, lulusan yang menguasai Bahasa Inggris akan memiliki keunggulan kompetitif, kepercayaan diri lebih tinggi, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Handa S. Abidin, S.H., LL.M., Ph.D., Rektor President University menyampaikan bahwa kekuatan para wisudawan terletak pada kemampuan berbahasa Inggris yang dilatih dalam keseharian perkuliahan, serta kepercayaan diri dan sikap saling menghargai di lingkungan kampus yang beragam.
"Semua hal ini dapat didapatkan saat belajar di President University—universitas paling internasional di Indonesia. Inilah kekuatan kalian untuk meniti karier global,” tegas Handa, dalam Wisuda ke-21 President University (Presuniv) di President University Convention Center, Cikarang.
Wisuda President University
Wisuda tahun ini juga menampilkan inspirasi bagi mahasiswa, salah satunya dari Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan alumni Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis, President University.
"Saya berdiri di sini sebagai seorang individu yang telah lulus dari President University sekitar 20 tahun yang lalu. Melihat hari ini begitu banyak mahasiswa yang diwisuda, saya semakin yakin bahwa memilih untuk berkuliah di President University 20 tahun yang lalu adalah keputusan yang tepat bagi saya. Inilah tempat di mana saya mendapatkan fondasi untuk menjadi diri saya yang sekarang", ungkap Irene.
President University meluluskan 1.644 wisudawan, termasuk 74 mahasiswa internasional dari Amerika Serikat, China, Fiji, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Palestina, Sri Lanka, Timor Leste, dan Vietnam.
"Jumlah mahasiswa internasional yang diwisuda tahun ini mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 35 mahasiswa internasional," ujar Handa S. Abidin.
Dengan bekal akademik dan kemampuan Bahasa Inggris yang kuat, para wisudawan diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang siap bersaing dan berkontribusi di kancah global.