Persaingan Ketat, MG Siap Lebih Agresif Tahun Depan

 MG Indonesia mengaku bahwa 2025 merupakan tahun yang berat untuk industri otomotif. Jumlah penjualan kendaraan mengalami penurunan dibanding 2024 membuat seluruh pabrikan kesulitan.

Jika melihat data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) retail sales MG dari Januari hingga November 2025 hanya sebesar 1.648 unit. Padahal pada periode yang sama tahun lalu jumlahnya mencapai 3.954 unit.

Itu artinya mereka mengalami penurunan penjualan sebesar 2.306 unit atau sekitar 58,3 persen.

“Pasar otomotif memang sedang penuh tekanan dan tahun ini kami memang tidak banyak mengeluarkan produk baru,” ungkap Hary Kurniawan, Head of Marketing MG Motor Indonesia di Jakarta (17/12).

Promo Pembelian MG di GJAW 2025, DP Rendah Mulai Rp 15 Jutaan

Tak hanya itu, banyaknya merek baru yang hadir pun membuat persaingan menjadi semakin sengit. Inovasi dinilai harus dilakukan agar tidak tertinggal dalam kompetisi.

“Pelanggan memang lebih diuntungkan karena pilihan semakin banyak. Tapi ini juga menjadi tantangan buat pabrikan lain termasuk MG buat menghadirkan produk yang bisa diterima masyarakat,” tegasnya.

Oleh sebab itu dirinya mengaku akan meluncurkan lebih banyak produk di 2026. Sehingga diharapkan penjualan mereka bisa membaik dibanding sebelumnya.

“Tahun depan pasti kami akan lebih agresif dengan mengeluarkan produk baru. Ada EV, hybrid dan ICE jadi lebih lengkap pilihan buat konsumen,” ungkapnya kemudian.

Tak hanya itu, dirinya juga akan melakukan penambahan diler sehingga pelanggan bisa lebih mudah melakukan pembelian dan perawatan.

“Kami tentu akan mengembangkan diler di 2026 sejalan dengan program penjualan di tahun depan. Saat ini kami sudah memiliki 40 outlet dan tentunya akan terus bertambah,” ungkapnya.

MG

Meski enggan menyampaikan jumlah penambahan, dirinya menegaskan bakal ada kawasan baru yang akan mereka garap, Dengan demikian penyebaran produk akan menjadi lebih optimal dibanding sebelumnya.

“MG sadar bahwa penjualan tidak hanya tentang produk tapi juga layanan after market. Jadi dengan ini maka diharapkan pelayanan menjadi lebih optimal,” pungkasnya.