Kata-kata Gasperini Usai AS Roma Kalah dari Tim Calvin Verdonk
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, kecewa dengan kekalahan dari tim Calvin Verdonk, Lille, pada lanjutan Liga Europa (UEFA Europa League) 2025-2026.
Laga pekan kedua Liga Europa 2025-2026 antara AS Roma vs Lille tersaji di Stadion Olimpico, Kamis (2/10/2025) waktu setempat atau malam WIB.
Pertandingan AS Roma vs Lille berakhir dengan skor 0-1, tim tamu menang berkat gol cepat Hakon Amar Haraldsson di menit ke-6.
Bermula dari kesalahan Kostas Tsimikas di lini pertahanan, bola direbut lalu disodorkan Tiago Correia ke Haraldsson yang melepaskan tembakan keras terukur.
Hasil ini membuat Calvin Verdonk dan rekan-rekannya naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 6 poin.
Sementara itu, AS Roma masih tertahan di peringkat ke-15 dengan 3 angka.
Pada laga selanjutnya, Roma akan menjamu Viktoria Plzen, sedangkan Lille bersiap meladeni PAOK.
Komentar Gian Piero Gasperini
Usai laga, Gian Piero Gasperini mengakui kekecewaannya terkait kegagalan eksekusi penalti yang membuat timnya kehilangan peluang besar.
Menurutnya, kebobolan lebih awal membuat kondisi pertandingan semakin sulit bagi Roma.
Meski begitu, ia menilai timnya tetap bermain dengan semangat dan ritme hingga akhir, walau masih ada sejumlah kesalahan teknis.
Gasperini juga menyoroti kurangnya efektivitas Roma dalam memanfaatkan peluang, namun ia percaya dari pertandingan semacam ini selalu ada pelajaran yang bisa dipetik.
"Saya belum pernah gagal mengeksekusi tiga penalti dalam situasi yang sama sebelumnya," ujar Gasperini dikutip dari Sky Sport.
"Kami tertinggal lebih awal, yang memberi mereka kondisi terbaik. Roma, meskipun ada beberapa kesalahan teknis, bermain dengan penuh semangat dan ritme hingga akhir."
"Mungkin kami kurang efektif dalam memanfaatkan peluang, tetapi dari pertandingan-pertandingan ini Anda mendapatkan sesuatu yang lebih," lanjutnya.
Ia juga menyinggung soal insiden penalti berulang yang gagal dimaksimalkan menjadi gol.
"Itu hampir unik dan tidak disengaja. Tapi itu terjadi dan tidak diragukan lagi memengaruhi hasil. Tim, dalam hal semangat, telah memberikan banyak hal."
Gasperini menilai bahwa pada babak kedua, Roma mampu menjaga kontinuitas dalam menyerang meskipun lawan bermain cepat dan teknis.
Ia menilai laga tersebut tidak mudah, tetapi timnya menunjukkan semangat dan intensitas sepanjang pertandingan.
Meski mengakui masih ada kesalahan yang harus diperbaiki, Gasperini juga melihat sisi positif yang ditunjukkan anak asuhnya.
Menurutnya, Liga Europa 2025-2026 bukanlah kompetisi sistem gugur langsung, melainkan fase grup dengan delapan pertandingan, sehingga Roma tetap harus fokus hingga akhir.
"Di babak kedua, kami memiliki kontinuitas dalam menyerang. Mereka cepat dan teknis, itu tidak mudah, tetapi kami memiliki semangat dan intensitas," tegas Gasperini.
"Tentu saja kami harus mengurangi kesalahan, tetapi saya juga harus melihat hal-hal baik."
"Ini adalah kompetisi di mana ada delapan pertandingan, bukan eliminasi langsung, dan tim tetap fokus hingga akhir," pungkas pelatih AS Roma itu.