KSAD Belum Tahu Siapa yang Bayar Pulsa Starlink di Sumatera, Denny Sumargo: Kirim Tagihannya, Gua yang Bayar!

Denny Sumargo
Denny Sumargo

 Kabar soal layanan internet Starlink untuk korban banjir di Sumatera mendadak menjadi sorotan publik setelah muncul isu bahwa layanan yang seharusnya gratis justru harus bayar. 

Polemik ini semakin ramai ketika aktor Denny Sumargo ikut menanggapi dan memberikan komentar tegas terkait isu tersebut di media sosial.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak,mengatakan hingga kini belum jelas siapa yang bertanggung jawab membayar biaya layanan Starlink yang digunakan di wilayah bencana. 

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Maret 2025

Maruli menjelaskan bahwa perangkat keras Starlink yang disebar ke sejumlah titik terdampak banjir merupakan distribusi dari Kementerian Pertahanan. Namun, soal biaya penggunaan bulanannya, ia mengatakan belum ada kepastian.

"Itu memang perlatan kami dari Kemenhan dan kami juga. memang pulsanya belum tahu siapa yang mau bayar, tapi itu kondisinya," ujar Maruli kepada wartawan di Jakarta, Kamis 4 Desember 2025.

Merespons hal tersebut, Denny Sumargo menyatakan dengan tegas, ia siap membayar seluruh tagihan layanan internet tersebut.

Hal itu ia sampaikan pada kolom komentar unggahan akun Instagram @nowdots pada Kamis, 4 Desember 2025.

“Kirim sini tagihannya, gw yg bayar!” tulis Denny Sumargo.

Selain Denny Sumargo, publik figur lain Zaskia Adya Mecca juga turut menulis komentar menohok.

“Lucunyaaaa,” tulis Zaskia lengkap dengan emoticon tertawa.

Starlink sendiri merupakan layanan internet satelit berkecepatan tinggi milik SpaceX. Berbeda dengan layanan berbasis kartu SIM, Starlink tidak menggunakan pulsa melainkan biaya langganan bulanan serta pembelian perangkat awal. Di tengah rusaknya infrastruktur komunikasi akibat banjir, perangkat ini dianggap sangat membantu proses koordinasi di lapangan.

TNI mengirimkan puluhan unit Starlink untuk mendukung kebutuhan komunikasi darurat di daerah terdampak. Sedikitnya 33 perangkat dari Kemenhan dan 5 unit dari Puskomlekad telah ditempatkan di sejumlah posko pengungsian, kantor pemerintah daerah, posko BPBD, hingga area pencarian dan evakuasi. Pemasangan dilakukan oleh personel Komlekdam XX/TIB dengan menyesuaikan kondisi di lapangan yang masih penuh material banjir.