Nasib Nahas Petani Merica di Luwu Timur, Tewas Dililit Ular Piton Saat Pulang dari Kebun

Nasib nahas menimpa seorang petani merica asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Nurdin.
Ia tewas dililit ular piton saat perjalanan pulang bersama istrinya, Fatimah, usai bekerja di kebun merica miliknya di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur pada Sabtu (29/11/2025).
Diserang Ular saat Melintasi Jalan Setapak Kebun
Kasubsi Humas Polres Luwu Timur, Bripka Muh. Taufik, menjelaskan insiden tersebut berlangsung pada pagi hari. Saat itu, pasangan suami istri tersebut mengendarai sepeda motor menyusuri jalur setapak yang rimbun oleh pepohonan dan semak belukar.
Ketika sepeda motor melaju perlahan, seekor ular piton tiba-tiba keluar dari semak-semak di sisi jalan dan langsung menggigit kaki korban. Kejadian berlangsung cepat dan tak terduga.
“Saat dalam perjalanan, korban melewati jalan yang cukup rimbun. Tiba-tiba seekor ular datang menggigit kaki korban,” kata Taufik, dikutip dari Kompas.com.
Korban Terjatuh dari Motor dan Seketika Dililit Ular
Akibat gigitan tersebut, Nurdin kehilangan keseimbangan. Ia terjatuh dari sepeda motor bersama istrinya. Kendaraan yang mereka tumpangi pun ikut menimpa tubuh korban.
Dalam kondisi terjatuh dan sulit bergerak, ular piton tersebut kemudian melilit bagian perut Nurdin.
“Dalam kondisi korban terjatuh, ular piton tersebut kemudian melilit bagian perut Nurdin, membuat korban tidak mampu melepaskan diri,” ucapnya.
Istri Teriak Minta Pertolongan
Melihat kondisi suaminya, Fatmah yang berada tepat di belakang korban berteriak meminta bantuan. Teriakan itu terdengar oleh warga sekitar yang kemudian bergegas mendatangi lokasi kejadian.
Namun, saat warga tiba di tempat kejadian, nyawa korban tidak tertolong.
“Upaya penyelamatan tidak berhasil karena korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan saat pertama kali ditemukan warga. Warga yang tiba di lokasi, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia di tempat kejadian,” ujarnya.
Bukan Penduduk Asli Luwu Timur
Menurut Taufik, Nurdin dan istrinya bukan warga asli Luwu Timur. Keduanya berasal dari Kabupaten Wajo dan datang ke Kecamatan Towuti untuk mengelola lahan perkebunan merica.
Pasangan tersebut tinggal di pondok kebun dan setiap hari menyusuri jalur yang sama untuk pergi dan pulang dari lokasi kebun.
“Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke kampung halamannya di Wajo. Jenazah korban akan dimakamkan di kampung halamannya,” imbuhnya.
Jalur Kebun Memang Jadi Habitat Satwa Liar
Taufik menambahkan, warga sekitar mengaku jalur kebun yang dilintasi korban memang kerap menjadi habitat satwa liar, termasuk ular piton yang populasinya masih cukup banyak di daerah tersebut.
Meski demikian, peristiwa serangan yang menyebabkan korban jiwa jarang terjadi.
“Warga yang beraktivitas di kebun atau kawasan hutan agar lebih berhati-hati, terutama pada jalur yang jarang dilalui dan dipenuhi semak. Selain itu, warga diharapkan tetap beraktivitas berkelompok jika memungkinkan, untuk memudahkan upaya pertolongan bila terjadi keadaan darurat,” tuturnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang