Mitsubishi Sebut Penjualan Mobil di 2025 Tak Akan Tembus 850 Ribu
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menetapkan target penjualan mobil baru di angka 850 ribu sepanjang 2025. Namun Mitsubishi sebagai salah satu produsen meyakini angka itu tak akan tercapai.
Melihat kondisi ekonomi saat ini serta angka penjualan kumulatif sepanjang 2025, per Oktober retail sales (distribusi dari diler ke konsumen) mobil baru di Indonesia adalah sekitar 660 ribu unit.
Artinya masih ada selisih lebih dari 200 ribuan unit untuk mencapai target penjualan mobil baru dari Gaikindo.
“Penjualan 850 ribu unit itu sedikit terlalu optimistis,” kata Yoshio Igarashi, Director of Sales & Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) di sela pameran GJAW 2025, Senin (24/11).

Ia sendiri mengungkapkan Mitsubishi percaya bahwa kondisi ekonomi dan penjualan mobil baru di Indonesia masih bisa pulih dan mengalami peningkatan jelang tutup tahun.
Hanya saja target 850 ribu masih terlampau terlalu tinggi dan sulit dikejar dalam sisa waktu dua bulan.
“Kami bisa mengestimasikan bahwa kita dapat mencapai penjualan mobil baru (secara nasional) di kisaran 800 ribu unit,” tegas Igarashi.
Bicara soal Mitsubishi sendiri, Igarashi menyatakan bahwa target pangsa pasar mereka berhasil dicapai melalui penjualan Multi Purpose Vehicle (MPV) Xpander.
“Tetapi volumenya (penjualan Mitsubishi Xpander) mungkin masih sedikit di bawah ekspektasi kami,” kata Igarashi.
Meskipun begitu menurut dia kehadiran Mitsubishi Destinator berkontribusi membantu mendongkrak penjualan mereka secara keseluruhan.
Jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang sudah diraup Mitsubishi Destinator juga terbilang tinggi yakni nyaris 13.000 unit. Baru 6.300 unit terkirim ke tangan konsumen per November 2025.

Untuk itu Mitsubishi akan berusaha mempercepat produksi dan pengiriman Mitsubishi Destinator sehingga konsumen tak perlu menunggu terlalu lama.
Tetapi jika membeli sekarang, dia mengestimasikan waktu tunggu atau masa indennya adalah sekitar satu sampai dua bulan.
“Dari 13.000-an unit, sampai Desember kami ingin mengirim total sekitar 9.000 unit ke konsumen,” ucap Igarashi.