Profil Iwan Zen: Vokalis Halmahera hingga Penyiar Radio yang Dikenang Banyak Musisi

Iwan Zen.
Iwan Zen.

 Kabar meninggalnya Iwan Zen pada Rabu, 19 November 2025, membuat publik kembali mengingat perjalanan panjang karier pria bernama lengkap Mochammad Ridhwan Lefty Zen itu. Sosoknya bukan hanya dikenal sebagai vokalis band Halmahera, tetapi juga penyanyi pop, pengisi jingel komersial, hingga penyiar radio yang mewarnai industri hiburan sejak era 90-an.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan gitaris Tohpati melalui Instagram. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Selamat jalan temanku, Iwan Zen. Semoga Iwan damai di sisi Tuhan. Senang sudah pernah bermusik bersama di Halmahera band di tahun 1996," tulisnya dikutip Kamis 20 November 2025. 

Latar Belakang dan Awal Karier

Lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 22 Januari 1969, Iwan tumbuh di lingkungan keluarga seniman. Kakaknya, Lita Zen, adalah penyanyi yang populer pada era 90-an, dan bakat seni itu turut membentuk perjalanan Iwan di dunia musik.

Ia memulai karier profesional sekitar tahun 1994 sebagai penyanyi pop. Namanya mulai sering terdengar setelah membawakan lagu “Impian Cinta” bersama Uchy Amyrtha, yang membuatnya dikenal sebagai salah satu vokalis dengan karakter suara lembut dan khas di zamannya.

Musisi, Penyiar, dan Pengisi Jingel Komersial

Selain bernyanyi di panggung dan studio, Iwan Zen juga dikenal luas sebagai pengisi jingel komersial. Kolaborasinya dengan Uci Nurul dan GEQ Production House pada 1997 menjadi salah satu tonggak yang memperkuat posisinya sebagai penyanyi jingel profesional. Banyak produsen mengenal suaranya meskipun publik tak selalu mengetahui wajahnya—membuatnya menjadi tokoh penting di balik layar industri kreatif.

Tak berhenti di situ, Iwan juga mengembangkan karier sebagai penyiar radio, menjadikannya salah satu figur serba bisa yang bergerak di berbagai lini industri hiburan.

Bergabung dengan Band Halmahera

Salah satu fase penting dalam kariernya adalah ketika ia bergabung dengan Halmahera, band yang mengusung musik bernuansa etnik modern. Keikutsertaannya memperkaya eksplorasi musik band tersebut, termasuk pengalaman rekamannya yang langsung dikenang oleh banyak musisi lain.

Warisan Karya

Sepanjang kariernya, Iwan merilis sejumlah karya, termasuk album Oh Asmara pada 1994. Namun kontribusi terbesarnya tidak hanya pada lagu-lagu yang ia nyanyikan, melainkan juga pada suara-suara ikonik yang menghiasi iklan dan kampanye komersial Indonesia selama bertahun-tahun.

Kepergian Iwan Zen menjadi pengingat betapa luas dan dalam jejak yang ia tinggalkan. Ia dikenang sebagai musisi multitalenta yang menghubungkan dunia musik, radio, dan industri kreatif—serta meninggalkan pengaruh bagi banyak seniman muda.