Kisah Cinta Wiranto dan Rugaiya Usman, Romansa yang Bertahan dari SMA hingga Akhir Usia
Istri Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, Rugaiya Usman atau Uga Wiranto, menghembuskan napas terakhir pada Minggu (16/11/2025) pukul 15.55 WIB di Bandung, Jawa Barat.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar.
Wiranto dan Uga baru saja merayakan ulang tahun perkawinan emas mereka. Pasangan ini menikah pada 22 Februari 1975 dan dikaruniai tiga anak serta sembilan cucu.
Perjalanan Cinta Wiranto dan Rugaiya Usman
Kisah cinta pasangan ini bermula saat Rugaiya yang berasal dari gorontalo berusia 15 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMA.
Kala itu, ia aktif mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti gerak jalan, baca puisi, hingga pemilihan ratu.
Di salah satu ajang tersebut, Wiranto hadir sebagai juri pengganti—momen yang menjadi awal mereka saling mengenal.
Ketika lulus SMA, Rugaiya ingin kuliah namun terkendala biaya.
“Ada yang mau membiayai tapi takut jadi utang budi. Bagaimana membalasnya? Akhirnya, saya setuju menikah dengan Bapak, tapi dengan satu janji,” ungkap Rugaiya.
Janji itu adalah permintaan agar Wiranto membiayai pendidikannya, dan sang suami menyanggupinya.
“Jadi, waktu suami tugas di Jawa, saya kuliah di Fakultas Hukum di Jember,” tuturnya.
Rugaiya Usman Selalu Mendampingi Wiranto Bertugas
Sebagai istri seorang pejabat dan perwira tinggi TNI, Rugaiya kerap mendampingi suaminya dalam berbagai penugasan.
Ia pernah menyampaikan bahwa Wiranto menyebut dirinya sebagai "pakaian".
“Mas Wiranto selalu bilang bahwa saya adalah pakaiannya,” ucapnya.
Makna dari ungkapan itu adalah pakaian melindungi, menjaga, dan memberi kehormatan—seperti peran yang dijalani Rugaiya dalam rumah tangga.
Ia merawat keluarga dengan penuh dedikasi, sementara keduanya berkomitmen saling menjaga dan saling memiliki.
Cemburu yang Wajar, Cinta yang Matang
Rugaiya tak menampik bahwa dirinya sedikit cemburuan, tetapi tetap dalam batas wajar.
“Dalam perkawinan diperlukan saling percaya. Cemburu wajar karena itu, kan, tanda cinta,” ujarnya.
Menariknya, Rugaiya mengungkap Wiranto tidak pernah mengucapkan kata cinta saat masa pacaran dulu. Namun, ia menerima penjelasan sang suami mengenai makna cinta.
“Cinta adalah manifestasi dari sikap penuh perhatian, kasih sayang, rasa memiliki, dan mau berkorban untuk orang yang kita sayangi,” tutur Rugaiya mengutip jawaban Wiranto.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa cinta tidak boleh hanya berlandaskan fisik.
“Kalau cinta karena kecantikan, mau sampai kapan? Kita, kan, semua akan berubah,” katanya.
Meski banyak pengagum yang mengirimkan surat kepada Wiranto pada masa itu, Rugaiya memilih tidak menanyakan atau mempermasalahkannya.
“Banyak lho surat pengagum buat dia, tapi saya pura-pura tidak tahu dan tidak bertanya. Kecuali kalau dia cerita,” terangnya.
Sebagian artikel telah tayang di Tribunnews.com dengan judul: Istri Wiranto Rugaiya Usman akan Dimakamkan di Delingan Karanganyar.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.