Legenda Kisah Cinta Putri Chunhyang di Namwon, Diam-diam Jalin Asmara

Korea Selatan, korea, Travelling, Namwon, Legenda Kisah Cinta Putri Chunhyang, Legenda Kisah Cinta Putri Chunhyang di Namwon, Diam-diam Jalin Asmara

Chunhyang adalah seorang putri cantik dari golongan rakyat jelata (gisaeng atau seniman), yang lahir dan tinggal di Namwon. Chunhyang memiliki kecantikan, kecerdasan, ketangkasan dalam kesenian dan kesetiaan dalam cinta serta integritas yang tinggi. 

Kisahnya penuh romansa dan drama ketika bertemu dengan Lee Mongryong, putra seorang bangsawan di Namwon. 

Karena perbedaan kasta mereka menikah diam-diam dan membangun kisah asmara yang kuat. 

Suatu ketika Mongryong ditugaskan mengikuti ujian layanan sipil di Seoul, dilatih menjadi seorang petugas rahasia untuk mengawasi penguasa yang dianggap melanggar etik dan korup.

Meski terpisah kesetiaan keduanya tak diragukan, mereka sama sama memegang janji setia sehidup semati. 

Meski godaan demi godaan harus diterima Chunhyang dari pejabat bernama Byun Hadko yang tengah berkuasa dan memaksanya menjadi selir. 

Karena penolakannya Chunhyang disiksa dan dipenjara serta difitnah sangat keji, hingga akhirnya Lee kembali ke Namwon, menyelamatkan cinta sejatinya dan meruntuhkan kekuasaan pejabat korup yang kejam. 

Festival Chunhyang

Korea Selatan, korea, Travelling, Namwon, Legenda Kisah Cinta Putri Chunhyang, Legenda Kisah Cinta Putri Chunhyang di Namwon, Diam-diam Jalin Asmara

Kunjungan ke Gedung Modern And Contemporary Archive (Arsip Modern dan Kontemporer) , yang didalamnya terdapat arsip dan mesium tentang kota kjno Namwon dan kisah cinta legenda Putri Chunhyang.

Kisah cinta sejati Chunhyang itu disampaikan dalam pertemuan resmi Forum Internasional Mempromosikan praktik baik dari Festival Chunhyang, yang selalu diadakan di Namwon, termasuk tahun 2025.

Forum yang berlangsung selama dua hari di Namwon, Minggu (21/9/2025) hingga Senin (22/9/2025) tersebut dihadiri sejumlah seniman di Namwon, pemerhati budaya dan sosial dari sejumlah negara, pihak pemerintah Namwon serta CICS (Center For Intengable Cultural Studies) sebagai penyelenggara, termasuk Tim Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) dari Lombok Indonesia. 

Selain menghadiri forum tersebut SPWS juga menggelar pertunjukkan kecil Wayang Sasak selama 10 menit sebagai perkenalan kebudayaan Lombok Indonesia. 

Hahm Hanhee, Direktur CICS (Center For Intengable Cultural Studies) sebagai moderator dalam forum tersebut mencatat sejumlah masukan dan kritik untuk pelaksanaan festival Chunhyang yang terkenal dan telah dijalankan sejak tahun 1931 di Namwon. 

"Festival ini tidak hanya sekedar menghadirkan kecantikan para peserta festival sebagai putri putri Chunhyang, tetapi lebih pada penghormatan terhadap peran perempuan dan menjaga seni tradisi di Namwon, termasuk menjaga pelaksanaan festival yang melegenda tersebut," kata Hahm. 

Hanm mengatakan festival Chunhyang 2025, diharapkan sebagai festival yang lebih meriah dan berwibawa, karena selain merupakan kisah cinta penuh perjuangan selama berabad abad, juga merupakan karya budaya sastra yang dihormati di Korea. 

Seorang peserta dari India, Prof. Amareswar Galla mengatakan bahwa festival Chunhyang merupakan gelaran yang menarik di Namwon apalagi tetap dipertahankan selama berabad abad, tentu mendapat dukungan dari seluruh rakyatnya dan menganggap festival tersebut sebagai bagian dari diri mereka. 

"Saya sangat menghormati apa yang dijaga di Namwon dalam Festival Chunhyang yang melegenda itu, itu warisan yang luar biasa," katanya. 

Selain berdiskusi dalam forum tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke gedung Modern And Contemporary Archive (Arsip Modern dan Kontemporer).

Kesempatan penting dirasakan semua peserta termasuk Kompas.com menuju gedung arsip tersebut, karena di gedung yang sederhana tetapi menyimpan ribuan cerita penting itu tertulis Namwon Daumgwan dalam tulisan korea yang merujuk pada Namwon sebagai kota kuno di Korea Selatan yang memiliki cerita legenda cinta klasik bernama Chunhyang.

Rumah Arsip yang modern

Korea Selatan, korea, Travelling, Namwon, Legenda Kisah Cinta Putri Chunhyang, Legenda Kisah Cinta Putri Chunhyang di Namwon, Diam-diam Jalin Asmara

Kunjungan ke Gedung Modern And Contemporary Archive (Arsip Modern dan Kontemporer) , yang didalamnya terdapat arsip dan mesium tentang kota kjno Namwon dan kisah cinta legenda Putri Chunhyang.

Memasuki ruang pertama kita langsung disuguhkan display koran tempo dulu yang dikemas dalam tampilan kekinian lengkap dengan vidio mini dokumenter. 

"Tempat ini dibuat dengan tiga fungsi sekaligus, perpustakaan, ruang arsip dan museum, " Kata Shinwa Hong, salah seorang panitia yang menemani para undangan resmi CICS (Center For Intengable Cultural Studies). 

Beragam dokumen berupa tulisan, foto, dan video dalam gedung tersebut. Yang menarik ada kompilasi foto foto dalam bentuk video dokumenter sederhana. 

"Disini kita bisa melihat Namwon tempo dulu dan Namwon hari ini yang dikombinasikan berdasarkan foto jaman dahulu dan hari ini, " kata Shinwa. 

Semua yang ada dalam arsip itu, untuk membantu pengunjung mendapatkan gambaran secara sederhana dan lengkap bagaimana Namwon tempo dulu dan saat ini. 

Ada juga arsip arsip benda benda tempo dulu yang dihadirkan dalam museum itu, telpon koin, kamera manual, termasuk alat transportasi jadul yang dikombinasikan dengan video tiga dimensi menelusuri kota kuno di Namwon. 

Semua yang dihadirkan dalam gedung tersebut memberi gambaran pada pengunjung bagaimana kota kuno Namwon  dan perubahan perubahannya hingga saat ini. 

Pelajaran terpenting dari perjalanan di kota kuno Namwon dan mengunjungi gedung arsipnya tersebut bagi Kompas. Com sangat berharga, agar kita tak pernah kehilangan jejak sejarah. petualangan perjalanan yang sangat penting dan penuh kejutan.