Perusahaan AMDK Ini Klaim Gunakan Teknologi Produksi Tanpa Sentuhan Manusia

Ilustrasi pabrik air minum dalam kemasan
Ilustrasi pabrik air minum dalam kemasan

 Transformasi industri di Indonesia kini semakin terasa nyata. Tak hanya terjadi di sektor teknologi seperti manufaktur otomotif atau elektronik, industri air minum dalam kemasan (AMDK) pun telah memasuki era baru yang ditandai dengan otomatisasi dan digitalisasi proses produksi. 

Salah satu contohnya terlihat dari penerapan sistem terintegrasi tanpa sentuhan tangan manusia, sebuah langkah menuju efisiensi, kebersihan, dan kontrol kualitas yang presisi.

Dalam ajang Anugerah Produk Indonesia 2025 yang digelar oleh Bisnis Indonesia Group, salah satu perusahaan AMDK, Aqua berhasil menunjukkan bahwa penerapan teknologi modern dapat menjadi pembeda nyata di pasar yang kompetitif.

Di antara jajaran perusahaan AMDK lain, perusahaan ini dinilai mampu menghadirkan produk berkualitas dan terus menjadi pilihan konsumen Indonesia. Penerima penghargaan dinilai berdasarkan hasil riset kuantitatif yang melibatkan lebih dari 1.000 responden lintas wilayah, tingkat sosial ekonomi, dan latar belakang pendidikan. 

Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Group, Hariyadi B. Sukamdani, menyampaikan bahwa penghargaan ini memiliki makna lebih dari sekadar apresiasi terhadap merek.

“Anugerah Produk Indonesia 2025 merupakan apresiasi dan penghormatan kepada pelaku usaha dalam menghadirkan merek, produk dan jasa berkualitas tinggi. Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi terhadap merek dan produk terbaik, melainkan juga representasi dari bagaimana kekuatan riset dan data dapat memotret daya saing industri nasional secara objektif,” ujarnya dalam keteranagn tertulis, dikutip Jumat, 14 November 2025.

Sementara itu, Marketing Director Aqua, Adisti Nirmala mengapresiasi konsumen Indonesia yang terus memberikan kepercayaan.

“Kami terus memegang komitmen yang sama untuk menghadirkan hidrasi sehat melalui produk air mineral berkualitas bagi seluruh keluarga Indonesia,” kata dia.

Ia menegaskan, sejauh ini perusahaan mengambil air yang berasal dari 19 sumber air pegunungan di Indonesia. 

“Seluruh prosesnya melalui sistem yang terintegrasi tanpa sentuhan tangan manusia, hingga menghasilkan air dengan kandungan mineral alami yang segar,” tandasnya.