Qualcomm Siapkan Chip Snapdragon X untuk Laptop Android
Langkah besar sedang disiapkan oleh Qualcomm. Setelah sukses menghadirkan chip seri Snapdragon X untuk perangkat komputer, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu kini mulai mengembangkan dukungan Android untuk chip terbarunya. Langkah ini membuka peluang besar lahirnya laptop berbasis Android di masa depan.
Seperti diketahui, Qualcomm pertama kali memperkenalkan Snapdragon X2 pada September 2025 lalu. Chip ini dirancang khusus untuk laptop Windows dan dijadwalkan hadir di berbagai perangkat pada musim semi 2026, seperti dilansir dari GSMArena.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa Snapdragon X tidak hanya akan digunakan di laptop Windows, tetapi juga akan mendukung sistem operasi Android.
Kabar ini pertama kali muncul dari akun teknologi @Jukanlosreve di platform X (Twitter), yang menyebutkan bahwa Qualcomm sedang mengerjakan dukungan Android 16 untuk chip Snapdragon X Elite dan seri X lainnya. Dalam unggahan tersebut, tampak daftar kode internal Android 16 yang mencantumkan dukungan untuk chip tersebut. Hal ini semakin memperkuat rumor bahwa komputer berbasis Android tengah disiapkan dan bisa menjadi terobosan baru di dunia laptop.
Dengan rencana Google yang dikabarkan akan menggabungkan ChromeOS dan Android menjadi satu sistem operasi terpadu, langkah Qualcomm ini tampak sangat masuk akal. Jika benar terealisasi, kita bisa melihat laptop Android dengan performa sekelas komputer profesional, namun tetap efisien dan ringan seperti smartphone.
Selama ini, laptop dengan sistem Android memang belum banyak berkembang dan cenderung kalah dari Windows maupun macOS. Namun dengan hadirnya Snapdragon X Series, Qualcomm tampaknya ingin mengubah peta persaingan.
Chip seri ini sudah dikenal mampu memberikan performa tinggi dengan efisiensi daya luar biasa, berkat arsitektur khusus yang dirancang untuk komputasi modern. Jika Android benar-benar dioptimalkan untuk laptop dengan chip ini, maka bukan tidak mungkin laptop Android akan menjadi pilihan baru di pasar global.
Meski begitu, banyak yang menilai bahwa tantangan terbesar ada di sisi software. Qualcomm mungkin tak akan kesulitan menambahkan dukungan Android secara teknis, tetapi pengalaman pengguna (user experience) akan menjadi penentu utama. Google harus mampu menghadirkan antarmuka yang mulus, intuitif, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna laptop.