Terungkap Penyebab Rahim Copot yang dialami Wanita di Garut Gegara Hal Ini
Cerita wanita yang mengalami rahim copot tengah hangat diperbincangkan di media sosial. Pemberitaan ini ramai menyusul dengan pengalaman dr. Gia Pratama saat bertugas di ruang IGD di RSUD di Garut Jawa Barat.
Diceritakan dr. Gia dalam podcast milik Raditya Dika pekan lalu, insiden ini bermula saat salah seorang pria yang datang ke ruang IGD di RSUD tempat dia praktek saat itu. Dengan membawa kantong kresek hitam, pria tersebut menunjukkan sesuatu yang ada di dalamnya. Betapa kagetnya dr. Gia saat itu ternyata kantong kresek hitam tersebut berisikan rahim.
”Aku ambil Masya Allah ini mah rahim aku tanya dimana orangnya, orangnya di mobil. Aku bilang bawa ke sini orangnya,” kata dr. Gia dikutip dari tayangan YouTube Raditya Dika, Selasa 11 November 2025.
Cerita tersebut sontak membuat pengguna media sosial terutama wanita terheran-heran dan bingung bagaimana bisa rahim yang berukuran sekepalan tangan perempuan bisa keluar dari tempatnya.
Dijelaskan dr. Gia insiden tersebut bermula saat pasien tersebut menjalani proses kelahiran melalui paraji alias dukun bayi. Saat itu, paraji tersebut menemukan adanya plasenta bayi. Padahal kata dr. Gia plasenta tersebut bisa terlepas dengan sendirinya. Namun lantaran paraji tersebut tidak sabar akhirnya plasenta itu ditarik keluar.
”Plasenta itu nempel sama rahim. Harusnya diem aja karena itu (plasenta) 15 menit kemudian akan copot. Tapi si paraji nggak sabar, tali pusar ditarik jadi rahimnya ikut turun, turun, turun. Nongol di vagina,” kata dr. Gia bercerita.
Lantaran tali pusar tersebut muncul dekat area vagina, tanpa berpikir panjang langsung ditarik oleh pariaji tersebut. Alhasil rahim ikut terbawa keluar.
”Nongol di vagina ;itu apa ya yang nongol? Tarik aja yuk’ copot semua,” kata dia.
Tindakan dukun anak tersebut berdampak pada keselamatan sang wanita. Saat dibawa ke IGD tempat dr. Gia praktek, tekanan darah wanita tersebut sudah tidak normal yakni 70/0. Alhasil wanita tersebut harus menjalani operasi.
Aku bantu asisten dokter kandungan. Buka kulit, buka otot, itu rongga perut penuh darah,” kata dia. Tak hanya itu saja, saat menjalani operasi ditemukan juga kasus baru yaitu usus dari wanita tersebut mengalami sobekan yang cukup panjang. Alhasil dokter bedah ikut turun tangan menangani pasien tersebut. ”Ususnya robek panjang banget kesambet sama ligamen rahim. Akhirnya panggil bagian bedah. Diurusin usus, dan vaginanya,” kata dia.
Dalam proses operasi itu diketahui juga sang wanita harus mendapatkan transfusi dua kantong darah. Bahkan wanita tersebut juga harus mendapatkan perawatan intensif di ICU selama dua hari lamanya sebelum dirawat di ruang perawatan umum selama 4 hari.
”Masuk ICU 2 hari, 2 hari kemudian pindah ke ruang perawatan. 4 hari setelahnya pulang sehat-sehat aja dia bilang ’hatur nuhun pak dokter, hatur nuhun dokter’,” kenang dr. Gia.