Potensi Ekspor Minyak Atsiri RI hingga Triliunan per Tahun, Hal Ini Jadi Kunci Genjot Kinerja

 Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) XIII.
Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) XIII.

  Indonesia dikenal sebagai salah satu produsen minyak atsiri terbesar di dunia, dengan lebih dari 30 jenis minyak atsiri yang telah diperdagangkan secara global. Bahkan nilai ekspor minyak atsiri Indonesia diproyeksi bisa mencapai US$ 259,54 juta atau sekitar Rp 4,2 triliun per tahun dan menempatkan Indonesia di peringkat ke-8 eksportir minyak atsiri dunia.

Sementara itu, laporan Kementerian Pertanian melalui Outlook Nilam 2024 mencatat produksi minyak nilam nasional mencapai 2.220 ton, meningkat 4,81% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka-angka tersebut menegaskan besarnya potensi industri atsiri Indonesia, sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar potensi tersebut memberi nilai tambah berkelanjutan, terutama bagi petani dan penyuling di daerah.

Hal tersebutlah yang menjadi sorotan dalam Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) XIII yang diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara, pada 26–28 Oktober 2025. Mengangkat tema “Kolaborasi Berkelanjutan Antar Stakeholder Atsiri dalam Pengembangan Potensi Atsiri Wilayah Indonesia Timur,” KNMA mempertemukan para pelaku atsiri dari berbagai daerah, mulai dari petani, penyuling, peneliti, akademisi, hingga pelaku industri, untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring kerja sama.

Managing Director PT Natura Perisa Aroma, Billy Laurence, pihaknya berkomitmen dalam memperkuat daya saing industri atsiri nasional melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor. Dalam kegiatan tersebut NPA melalui merek Nekaroma berpartisipasi dalam rangkaian konferensi dan pameran (expo) KNMA XIII 2025.

“KNMA adalah ruang penting bagi seluruh stakeholder untuk membangun sinergi yang berkelanjutan. Kami percaya kekuatan industri atsiri terletak pada kolaborasi dari hulu ke hilir — dari petani hingga pelaku bisnis,” ujar Billy dikutip dari keterangannya, Selasa, 11 November 2025.

KNMA XIII Manado 2025 diikuti oleh berbagai perusahaan dari seluruh Indonesia, serta melibatkan pemerintah daerah, universitas, asosiasi profesi, dan komunitas petani penyuling atsiri. Acara ini dibuka oleh Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dan menghadirkan beragam pembicara dari kalangan pemerintah, pelaku industri, hingga akademisi.

Selama tiga hari penyelenggaraan, peserta mengikuti beragam agenda mulai dari konferensi, business matching, hingga kunjungan lapangan ke kebun dan penyulingan nilam di Minahasa Utara. Setiap sesi menjadi wadah pertukaran ide dan peluang kolaborasi baru dalam sektor atsiri nasional.

Billy mengatakan, dengan bahan baku alami dari berbagai wilayah Indonesia dan proses produksi yang berorientasi pada keberkelanjutan, Nekaroma berupaya menunjukkan bahwa kualitas global dapat tumbuh dari potensi lokal.

“Kami ingin terus berperan aktif dalam memperkuat ekosistem atsiri Indonesia — tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga dengan menciptakan nilai tambah yang dirasakan oleh petani dan komunitas lokal,” tambah Billy.

Melalui partisipasinya di KNMA XIII Manado 2025, NEKAROMA menegaskan komitmennya untuk mendukung industri atsiri Indonesia yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan aroma khas nusantara yang menginspirasi dunia.