Jenny Rachman dan Daffa Wardhana Hadirkan Kehangatan Keluarga Lewat Film Air Mata di Ujung Sajadah 2
Film yang sempat menorehkan prestasi dengan lebih tiga juta penonton Indonesia yang menitikkan air mata kini kembali hadir di layar lebar. Air Mata di Ujung Sajadah 2 resmi tayang di bioskop, melanjutkan kisah penuh haru antara Aqilla dan anak kandungnya, Baskara.
Sekuel garapan rumah produksi Beehave Pictures ini meneruskan kisah dari film pertamanya yang sukses besar pada 2023. Saat itu, penonton dibuat terenyuh oleh keputusan Aqilla (Titi Kamal) untuk merelakan anak kandungnya, Baskara, tumbuh besar bersama keluarga angkatnya, Yumna (Citra Kirana) dan Arief. Keputusan itu menjadi simbol cinta dan keikhlasan seorang ibu yang menempatkan kebahagiaan anak di atas segalanya. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!
Dalam Air Mata di Ujung Sajadah 2, kisah berlanjut dengan nuansa yang lebih emosional. Aqilla dan Yumna kembali dipertemukan oleh takdir, sementara Baskara mulai tumbuh dewasa dan mulai mempertanyakan jati dirinya. Film ini menggali lebih dalam hubungan antartokoh yang terikat bukan hanya oleh darah, tetapi juga oleh kasih, pengorbanan, dan luka yang sama.
Film Indonesia, Air Mata di Ujung Sajadah 2
Di balik konflik besar antara Aqilla, Yumna, dan Baskara, hadir dua sosok baru yang memperkaya cerita: Fathan (Daffa Wardhana) dan Eyang Murni (Jenny Rachman). Keduanya memberikan dimensi baru dalam narasi keluarga yang diwarnai kehilangan dan harapan.
Fathan digambarkan sebagai adik dari Arief yang telah lama hidup terpisah akibat perceraian orang tua mereka di masa kecil. Setelah bertahun-tahun menetap dan bekerja di Kalimantan, Fathan akhirnya pulang ke Solo setelah mendengar kabar sakitnya sang kakak. Kepulangannya menjadi awal dari babak baru dalam kehidupan keluarga Arief. Ia menyaksikan penderitaan Yumna sekaligus memahami kerinduan Aqilla terhadap anak kandungnya.
Empati Fathan terhadap Aqilla membuat situasi semakin kompleks. Yumna, yang masih berduka atas kehilangan suami, merasa terancam dan takut kehilangan Baskara. Sementara Fathan berusaha menjadi jembatan di antara dua hati yang sama-sama hancur, ia pun harus berhadapan dengan luka masa lalunya sendiri.
Sosok lainnya yang tak kalah menyentuh adalah Eyang Murni, diperankan dengan penuh penghayatan oleh Jenny Rachman. Ia adalah ibu dari Arief yang baru saja kehilangan anaknya.
“Seharusnya anak yang menguburkan ibunya, bukan sebaliknya,” begitu kata-kata Eyang Murni yang menggambarkan kesedihan seorang ibu yang kehilangan buah hatinya, dikutip dari siaran pers, Kamis 6 November 2025.
Meskipun dikenal sebagai sosok bijak dan tenang, Eyang Murni tetap manusia biasa yang rapuh di hadapan kehilangan. Namun, di tengah duka yang mendalam, ia tetap berusaha menjaga kedamaian keluarga. Sosoknya menjadi penopang bagi Yumna dan Baskara, serta lambang bahwa kasih seorang ibu tidak akan pernah pudar, bahkan ketika hidup diwarnai kesedihan.
Melalui Air Mata di Ujung Sajadah 2, penonton kembali diajak menyelami makna keluarga, cinta, dan keikhlasan. Film ini menegaskan bahwa keluarga tidak selalu diukur dari ikatan darah, melainkan dari mereka yang tetap bertahan dan saling menguatkan di saat segalanya terasa hancur.
Air Mata di Ujung Sajadah 2 kini tayang di seluruh bioskop Indonesia. Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @beehavepictures dan @airmatadiujungsajadah2.