Kisah Mistis di Dunia Tinju: Sugar Ray Robinson Bermimpi Membunuh Jadi Kenyataan

Sugar Ray Robinson (kanan) saat bertarung melawan Jake LaMotta
Sugar Ray Robinson (kanan) saat bertarung melawan Jake LaMotta

 Legenda tinju dunia, Sugar Ray Robinson, pernah mengalami salah satu kisah paling mengerikan dalam sejarah olahraga. 

Pada tahun 1947, ia sempat berusaha membatalkan pertarungannya melawan Jimmy Doyle setelah bermimpi bahwa dirinya akan membunuh sang lawan di atas ring. Namun, mimpi buruk itu justru menjadi kenyataan.

Menjelang duel perebutan gelar juara dunia kelas welter, Robinson terbangun di tengah malam dengan tubuh basah oleh keringat dingin. Ia baru saja mengalami mimpi mengerikan,  melihat Jimmy Doyle tergeletak tak sadarkan diri di atas kanvas setelah menerima pukulannya.

“Saya terbangun dalam keadaan berkeringat dan berteriak, ‘Jimmy, bangun! Bangun!’” kenang Sugar Ray Robinson beberapa tahun kemudian.

“Pemandangan Jimmy yang terbaring di atas kanvas terasa begitu nyata sampai saya gemetaran ketika bangun. Saya tak bisa tidur lagi malam itu. Setiap kali teringat pertarungan, rasa takut itu muncul kembali.”

Karena dihantui firasat buruk itu, Robinson sempat menolak bertanding. Namun, pihak promotor memanggil seorang pendeta untuk menenangkannya dan meyakinkan bahwa semua itu hanya mimpi.

Pertarungan tetap digelar. Robinson tampil luar biasa dan menang lewat knockout di ronde kedelapan setelah melepaskan pukulan kiri mematikan. Namun, ketika Doyle jatuh ke kanvas, kepalanya membentur keras lantai ring.

Jimmy Doyle tidak pernah sadar kembali. Ia dinyatakan meninggal beberapa jam kemudian akibat cedera otak parah. Tragedi itu membuatnya menjadi petinju pertama yang tewas dalam pertarungan gelar dunia.

Menyadari mimpi buruknya telah benar-benar terjadi, Robinson diliputi rasa bersalah mendalam. Ia kemudian menyumbangkan seluruh hasil dari beberapa pertarungan berikutnya kepada ibu mendiang Doyle untuk membeli rumah bagi keluarganya.

Pihak berwenang membebaskan Robinson dari segala tuduhan. Penyelidikan menunjukkan bahwa Doyle sebelumnya sudah mengalami beberapa kali cedera kepala berat dalam pertarungan sebelumnya. Bahkan, Komisi Tinju California sempat melarang Doyle bertarung karena kondisi kesehatannya yang berisiko.

Namun, fakta itu tak pernah menghapus bayang-bayang tragedi dalam hidup Sugar Ray Robinson.

Kematian Jimmy Doyle menjadi pengingat keras akan risiko mematikan dalam olahraga tinju — bahaya yang masih menghantui hingga kini.

Beberapa bulan terakhir, dunia tinju kembali berduka. Petinju asal Ghana, Gabriel Olanrewagu, meninggal dunia setelah kolaps di atas ring pada Maret 2025. 

Di Jepang, dua petinju, Shigetoshi Kotari dan Hiromasa Urakawa, juga tewas usai menderita cedera kepala parah dalam satu acara yang sama di Tokyo.

“Kami berduka atas meninggalnya Hiromasa Urakawa, yang meninggal akibat cedera saat bertarung melawan Yoji Saito pada 2 Agustus di Korakuen Hall,” bunyi pernyataan resmi WBO.

“Berita memilukan ini datang hanya beberapa hari setelah kepergian Shigetoshi Kotari. Kami menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, sahabat, dan komunitas tinju Jepang.”