River Plate dan Pagar “Anti-Mastantuono” Senilai 2 Triliun Rupiah
River Plate belajar dari kepergian bintang mudanya, Franco Mastantuono, yang pindah ke Real Madrid dengan nilai transfer 45 juta euro pada musim panas lalu.
Klub asal Buenos Aires itu menetapkan strategi baru untuk melindungi para talenta mudanya dari “pencurian” klub-klub Eropa.
Langkah terbaru yang dilakukan manajemen River Plate adalah menetapkan klausul pelepasan senilai 100 juta dolar AS atau sekitar dua triliun rupiah bagi para pemain muda yang baru menandatangani kontrak.
Kebijakan ini disebut-sebut sebagai “klausul anti-Mastantuono”.
Mastantuono Pecahkan Rekor, tapi Tinggalkan Luka
Franco Mastantuono menjadi pemain dengan nilai transfer tertinggi dalam sejarah Liga Argentina.
Real Madrid menebus klausul pelepasan pemain kelahiran Azul pada 2007 tersebut.
Klausul tersebut senilai 45 juta euro, melampaui rekor sebelumnya milik Enzo Fernández (32 juta euro ke Benfica) dan Javier Saviola (28 juta euro ke Barcelona).
Namun, kepergian sang wonderkid meninggalkan kekecewaan besar di kubu River Plate.
“Kami selalu mengatakan tidak akan menjualnya, dan kami memang tidak menjualnya. Real Madrid datang dan menebus klausul rilisnya,” ujar Stefano di Carlo, kandidat presiden River Plate, kepada Radio La Red.
"Akan luar biasa jika kami bisa mempertahankannya, tapi itulah sepak bola."
Franco Mastantuono (nomor 30) menjadi salah satu penyumbang gol bagi Real Madrid kala mereka melumpat Levante 4-1 pada Rabu (24/9/2025) dini hari WIB.
Menurut Di Carlo, saat kontrak Mastantuono dibuat dua tahun lalu, angka 45 juta euro dianggap pencapaian besar.
“Itu termasuk tiga besar penjualan terbesar dalam sejarah Amerika Latin. Tapi dengan nilai itu, sekarang kami tahu, kami tertinggal,” katanya.
Klausul 100 Juta untuk Lindungi “Permata” Baru
Sebagai tanggapan atas situasi tersebut, River Plate kini menerapkan klausul pelepasan fantastis senilai 100 juta dolar AS untuk para pemain muda yang menandatangani kontrak baru.
Juan Bautista Dadín menjadi pemain pertama yang menerima klausul tersebut.
Penyerang muda yang menjadi top skor tim cadangan River itu baru saja memperpanjang kontraknya hingga 2028.
Klausul besar ini kini menjadi standar wajib dalam setiap perpanjangan atau penandatanganan kontrak pemain muda River Plate.
Tujuannya jelas: agar klub-klub Eropa tak bisa lagi menebus pemain dengan mudah, tanpa negosiasi.
“Tujuan kami adalah menghapus sifat sepihak dari pemutusan kontrak. Dengan nilai 100 juta dolar, klub yang tertarik harus datang dan berbicara langsung dengan kami,” ujar Di Carlo menegaskan.
Langkah ini menunjukkan tekad River Plate untuk mempertahankan identitas dan daya saing di tengah tekanan finansial dari pasar Eropa yang kerap datang di waktu yang tidak menguntungkan bagi klub-klub Amerika Selatan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.