Nada Persatuan dari Masa Penjajahan: Kisah Lagu 'Bangun Pemudi Pemuda' di Peringatan Sumpah Pemuda

Nada Persatuan dari Masa Penjajahan: Kisah Lagu 'Bangun Pemudi Pemuda' di Peringatan Sumpah Pemuda

Lagu Bangun Pemudi Pemuda dikenal sebagai salah satu lagu wajib nasional yang kerap dinyanyikan dalam berbagai upacara kenegaraan, terutama saat bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober.

Karya ini lahir dari tangan Alfred Simanjuntak, seorang guru asal Parlombuan, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang lahir pada 8 September 1920.

Pada usia 23 tahun, ketika Alfred mengajar di Sekolah Rakyat Sempurna Indonesia, Semarang, ia menciptakan lagu tersebut sebagai ungkapan semangat perjuangan dan nasionalisme di tengah masa penjajahan.

Melalui lirik dan melodi yang penuh semangat, Alfred berharap lagu ini mampu membangkitkan jiwa muda bangsa agar ikut berkontribusi dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Kini, delapan dekade sejak diciptakan, Bangun Pemudi Pemuda tetap abadi sebagai simbol semangat generasi muda Indonesia yang pantang menyerah dan cinta tanah air.

Lirik Lagu Bangun Pemudi Pemuda - Alfred Simanjuntak

Bangun pemudi pemuda Indonesia

Tangan bajumu singsingkan untuk negara

Masa yang akan datang kewajibanmulah

Menjadi tanggunganmu terhadap nusa

Sudi tetap berusaha jujur dan ikhlas

Tak usah banyak bicara terus kerja keras

Hati teguh dan lurus pikir tetap jernih

Bertingkah laku halus hai putra negri