AHM Best Student 2025 Kembali Hasilkan Inovator-inovator Muda

 PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menggelar ajang AHM Best Student 2025 yang menjaring anak muda untuk menghasilkan inovasi di berbagai bidang.

Dari sejumlah siswa yang masuk ke deretan finalis, tiga orang berhasil menyabet gelar juara berkat penemuannya.

Perlu diketahui ada 1.214 karya dari 26 provinsi terkumpul selama AHM Best Student 2025 digelar. Lalu disaring lagi sampai tersisa 26 finalis, bersaing di tingkat nasional.

Penjurian AHM Best Student melibatkan sejumlah lembaga seperti PPM School of Management, Politeknik Astra, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

AHM Best Student 2025

Juara pertama diraih oleh Refan Enggi Febrianto, SMK Bhina Tunas Bhakti Juwana, Jawa Tengah.

Ia membawa inovasi Biodiesel Fish Oil (BFO) lewat pemanfaatan limbah air pemindangan ikan, untuk mengatasi keterbatasan biosolar Kapal Nelayan Juwana.

Keikutsertaan dalam AHM Best Student 2025 juga diharapkan mempermudah jalan para siswa dalam menghasilkan lebih banyak inovasi di masa mendatang.

“Kami berharap karya mereka dapat memberi dampak positif bagi masyarakat,” kata Ahmad Muhibbudin, General Manager Corporate Communication PT AHM di Jakarta, Jumat (24/10).

Para finalis tidak hanya mendapatkan hadiah apresiasi. Ada kesempatan berkunjung ke pabrik AHM di Kawasan Industri GIIC, Kota Deltamas, Cikarang Pusat.

Kemudian tidak ketinggalan edukasi keselamatan berkendara, diberikan oleh instruktur safety riding AHM.

Sebagai informasi, AHM Best Student mengumpulkan beragam talenta di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dari seluruh Indonesia.

Program tersebut diharapkan mendorong siswa untuk menghasilkan karya yang dapat berdampak nyata di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Fokus utamanya adalah isu yang berkembang di sekitar, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

AHM Best Student 2025

Di 2025, ada empat kategori utama bisa dipilih oleh siswa yaitu Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan.

Para peserta harus memenuhi persyaratan seperti nilai rapor minimal 70, persetujuan dari sekolah lalu mengikuti seleksi tingkat regional dan nasional.

Apresiasi diberikan pada pemenang dan tiga guru pendamping terbaik yang berperan penting memandu peserta mematangkan inovasinya.