Aksi Pencurian Legendaris di Museum Louvre Paris, Teranyar Mahkota Istri Napoleon III

Museum Louvre, Dari Mona Lisa hingga Pedang Raja Charles X, Lukisan asli Mona Lisa di Musée du Louvre, Keamanan Louvre Kembali Dievaluasi, Gema Perampokan Museum di Eropa
Museum Louvre

Perampokan dramatis yang mengguncang Museum Louvre pada Minggu, 19 Oktober 2025, menambah daftar panjang sejarah pencurian besar yang pernah terjadi di museum paling ikonik di dunia itu.

Louvre, yang setiap harinya dikunjungi hampir 30.000 wisatawan dari seluruh dunia, telah menjadi saksi berbagai aksi pencurian legendaris sejak lebih dari seabad lalu.

Dari Mona Lisa hingga Pedang Raja Charles X

Lukisan asli Mona Lisa di Musée du Louvre

Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada tahun 1911, ketika seorang karyawan museum bernama Vincenzo Peruggia mencuri lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci. Ia berhasil menyembunyikan karya seni paling terkenal di dunia itu selama dua tahun sebelum akhirnya tertangkap di Italia.

Kejadian serupa kembali terjadi pada 1976, ketika tiga pencuri memanjat perancah untuk membobol Louvre dan mencuri pedang bertahtakan berlian milik Raja Charles X.

Sementara pada 1990, pencurian kembali mengguncang dunia seni setelah Potret Wanita Duduk karya Pierre-Auguste Renoir dipotong dari bingkainya dan dibawa kabur dari galeri.

Kini, pada 2025, aksi perampokan menargetkan mahkota Permaisuri Eugénie—artefak bersejarah dari era Napoleon III—menjadi babak terbaru dalam sejarah panjang aksi kriminal di museum ternama tersebut.

Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa bahkan sistem keamanan tercanggih pun tak sepenuhnya kebal terhadap kejahatan terencana.

Keamanan Louvre Kembali Dievaluasi

Mahkota Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III, di Museum Louvre, Paris dicuri, Dari Mona Lisa hingga Pedang Raja Charles X, Lukisan asli Mona Lisa di Musée du Louvre, Keamanan Louvre Kembali Dievaluasi, Gema Perampokan Museum di Eropa

Mahkota Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III, di Museum Louvre, Paris dicuri

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, mengakui bahwa meskipun Louvre telah meningkatkan sistem keamanannya secara signifikan, tidak ada modernisasi yang bisa menjamin keamanan mutlak.

"Namun, kita tidak dapat mencegah semuanya," ujar Nuñez kepada France Inter, seraya menambahkan bahwa langkah-langkah keamanan kini akan ditinjau sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk memperkuat protokol perlindungan museum.

Museum Louvre sendiri menyimpan lebih dari 33.000 karya seni, termasuk mahakarya ikonik seperti Mona Lisa dan Venus de Milo. Dengan nilai sejarah dan budaya yang luar biasa, museum ini menjadi salah satu target utama para pencuri profesional di dunia.

Gema Perampokan Museum di Eropa

Kasus pencurian di Paris ini terjadi di tengah meningkatnya gelombang pencurian artefak dan perhiasan bersejarah di Eropa.Pada 2019, misalnya, sekelompok pencuri membobol Green Vault di Istana Kerajaan Dresden, Jerman, dan mencuri perhiasan senilai lebih dari €100 juta.

Sebagian besar barang rampasan itu baru ditemukan kembali setelah proses hukum dan kesepakatan pembelaan berlangsung lama.

Kini, dengan mahkota Permaisuri Eugénie telah ditemukan dalam kondisi rusak, penyelidik Prancis tengah berpacu dengan waktu untuk melacak bagian-bagian yang hilang serta mengidentifikasi jaringan kriminal di balik salah satu perampokan museum paling berani dalam sejarah modern.

Sebelumnya diberitakan aksi perampokan terjadi di Museum Louvre yang ikonik di Paris, Prancis, Minggu, 19 Oktober 2025. Perampok menggunakan gergaji mesin membawa kabur perhiasan berharga dari koleksi Napoleon dan permaisurinya yang ada di Museum Louvre.

Menurut surat kabar Le Parisien, para perampok membobol museum dan mengambil sembilan perhiasan yang sedang dipajang dalam sebuah pameran. "Museum du Louvre akan tetap ditutup hari ini karena alasan luar biasa," kata pihak museum di platform X.

Detail kejadian masih samar, tetapi media Prancis melaporkan bahwa tiga pria bertopeng membobol Louvre tak lama setelah museum dibuka pagi ini. 

Mereka menggunakan lift barang untuk mengakses Galeri Apollo, di sisi Sungai Seine museum. Ruang berhias ini merupakan tempat penyimpanan sisa-sisa permata mahkota Prancis.

Mereka membawa kabur sembilan perhiasan dan melarikan diri dengan skuter motor. Sementara kerugian perhiasan yang dicuri dari museum yang paling banyak dikunjungi di dunia itu masih dihitung oleh pihak terkait.